by

Pemkot Dinilai Lamban Perbaiki TPK Corona

Ambon, BKA- Juru Bicara Hena Hetu Maluku, Rauf Pellu angkat bicara terkait pembangunan Tempat Pemakaman Khusus (TPK) jenazah Covid-19 di kawasan desa Hunuth, kecamatan Teluk Ambon. Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon lamban membangun talud penahan tanah dan drainase.

Menurut Rauf, TPK tersebut saat ini sudah menampung puluhan jenazah Covid-19, baik yang beragama Muslim maupun Kristen. Naasnya, hingga kini Pemerintah Kota belum mampu menyelesaikan pembangunan talud penahan tanah dan saluran air di sektiar lokasi pemakaman.

Sebab, dengan kondisi musim penghujan saat ini, lokasi pemakaman sering terjadi erosi. Bahkan sisa tanah yang terkikis itu, akan mengalir dan menutupi badan jalan. Sehingga mengancam para pengendara yang melintasi jalan penghubung kecamatan Leihitu dengan kota Ambon.

“Harusnya Pemerintah Kota sudah membangun talud penahan tanah dan gorong-gorong disitu. Sehingga ketika hujan, dia tidak tumpah ke jalan. Karena selama ini yang terjadi seperti itu, sisa pengikisan tanah itu menutupi sebagian jalan. Saya tahu, karena setiap hari melintasi jalan itu. Dan kelihatannya, Pemerintah Kota tidak serius memperbaiki TPK Covid-19 di Hunuth,” ungkap Rauf, saat menghadiri kegiatan Ngobrol Pilkada di Harian Berikota Ambon, Selasa (8/9).

Kata dia, beberapa hari belakangan ini, intensitas hujan cukup tinggi mengguyur pulau Ambon. Sehingga ditakutkan, jenazah Covid yang ada bisa tumpah ke jalan ketika terjadi longsor. Karena hingga saat ini Pemerintah Kota belum juga menyelesaikan pembangunan talud penahan tanah.

“Jangan sampai karena tidak ada talud dan gorong-gorong, mengakibatkan longsor dan banjir di TPK itu. Apalagi disitu tebing, kalau terkikis terus bisa bahaya. Itu kan tidak ada bronjong atau talud. Harusnya itu ada. Kalau hujan deras, mayat-mayat disitu juga ikut terlepas akibat banjir atau longsor,” tukasnya.

Ia menyarankan, agar Pemerintah Kota lewat Dinas PUPR Kota Ambon bisa secepatnya menyelesaikan pembangunan talud penahan tanah dan drainase. Sehingga tidak terhadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun jika Pemerintah Kota belum mau untuk menyelesaikan apa yang menjadi keinginan masyarakat maupun Henu Hetu sendiri, maka pihaknya akan mempidanakan walikota, jika nantinya terjadi kecelakan beruntun atau hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pemerintah Kota tidak serius untuk kuburan Covid ini. Kan pada awalnya sudah diberikan penekanan. Dan jika nantinya terjadi sesuatu yang merugikan masyarakat, maka Walikota harus bertanggung jawab. Kami tidak akan maafkan itu dan akan pidanakan walikota,” tegasnya.

Ia berharap, dalam waktu dekat talud penahan tanah dan drainase bisa secepatnya dibangun oleh Pemerintah Kota. Sehingga orang tua dari jenazah korban juga merasa puas dengan pelayanan pemerintah. Dan bagi masyarakat Leihitu, kabupaten Maluku Tengah sendiri, tambah dia, tidak dirugikan jika terjadi hujan lebat.

“Hena Hetu harap, dorongan ini bisa disikapi serius oleh walikota. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik keluarga maupun masyarakat Leihitu yang melintas ketika hujan. Untuk penerangan sudah ada, dan kita apresiasi soal itu. Hanya saja, untuk talud dan drainase itu belum ada sampai saat ini. Semoga bisa disikapi serius oleh walikota,” harapnya. (BKA-1)

Comment