by

Pemkot Harus Pertimbangkan Dampak Ekonomi

Ambon, BKA- Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II diberlakukan sesuai Perwali nomor 19 untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Ambon, justru berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota Ambon dinilai perlu mempertimbangkan dampak ekonomi.

Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally, saat menghubungi koran ini, Jumat (10/7). Politisi PKS ini menilai, semakin ketat aturan PSBB diterapkan, maka makin besar pula dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

“Semakin ketat PSBB tahap II ini, maka semakin besar dampaknya untuk ekonomi masyarakat. Apalagi aktivitas perdagangan banyak dihentikan sehingga pendapatan para pedagang sangat menurun. Karena banyak pedagang yang tidak beraktivitas, kemudian banyak pekerja toko yang nganggur karena tak bisa beroperasi, ini yang harus dipikirkan sebelumnya,” tandas Wally.

Menurut dia, harus ada kebijakan dari Pemerintah lewat biaya atau kompensasi yang diberikan selama adanya PSBB.

“Tentunya ada biaya yang harus ditanggung pemerintah kota dengan adanya pembatasan ini. Yang belum mendapatkan bansos, agar dapat dimasukan dalam pembagian berikutnya,” saran dia.

Anggota DPRD dua periode ini juga meminta, agar Pemerintah Kota harus segera menyiapkan strategi pada sektor ekonomi untuk menghadapi dampak dari pembatasan-pembatasan yang telah diberlakukan dalam memutus mata rantai wabah Corona di Kota Ambon.

Termasuk strategi setelah berakhirnya PSBB tahap II ini, agar penerapan PSBB selama ini harus bisa mengubah perilaku semua orang dalam menghadapi Covid-19.

Ia berharap, Pemerintah Kota menjamin protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin sehingga ekonomi berjalan lancar. Yakni disiplin masyarakat juga perlu kesadaran sungguh, agar kedepan ekonomi perdagangan dapat berjalan dengan baik.

“Pemkot perlu menginformasikan ke masyarakat terkait konsisten untuk selalu menjaga kesehatan agar tidak terjadi kenaikan lagi saat PSBB berakhir. Apalagi pemerintah tidak mengetahui kapan wabah ini selesai. Maka perlu studi penyebaran virus Corona di kota Ambon, agar dapat disampaikan terkait dengan penyebaran wabah tersebut,” pintanya.
Ditambahkan, semua pihak harus dilibatkan untuk mempercepat penanganan Covid-19 secara bersama, agar dapat mendukung protokoler kesehatan.

“Jika ini dapat dilakukan semua pihak, maka kasus akan menurun. Dan paling tidak kita berada dalam kondisi pasca PSSB yaitu new normal. Sehingga percepatan ekonomi dapat kembali normal,” imbuh dia.
Dengan penerapan PSBB, lanjut Wally, jumlah kasus diketahui mulai menurun. Namun ketika dilonggarkan, ditakutkan jangan sampai kasusnya meningkat kembali.

“Pasca PSBB diharapkan agar perekonomian bisa kembali berjalan dan pulih kembali. Namun jika warga kendor dalam menjalankan protokol kesehatan, hal ini bisa berdampak buruk lagi pada perekonomian,’ pungasnya. (UPE)

Comment