by

Pemkot Layangkan Surat Untuk Mobil PCR

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon telah menyerahkan surat usulan secara resmi ke Pemerintah Pusat untuk mendapatkan bantuan mobil PCR. Hal ini disampaikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (10/7).

Politisi Golkar ini mengaku, saat ini Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demmy Paays telah berada di Jakarta. Bahkan secara resmi telah menyerahkan surat usulan untuk bantuan dimaksud.

“Sekarang kepala badan bencana sedang di sana (Jakarta), dan sudah menyerahkan surat resmi,” tutur Louhenapessy.

Ia berharap, dalam waktu dekat usulan tersebut dapat diterima Pemerintah Pusat dan dapat ditindaklanjuti. Sehingga Kota Ambon dapat menerima bantuan mobil PCR tersebut. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat,” pintanya.

Dijelaskan, untuk bantuan tersebut Pemerintah Kota Ambon hanya meminta satu unit mobil PCR untuk dapat digunakan dalam penanganan masalah Covid 19. Namun pihaknya belum dapat memastikan, kapan bantuan tersebut akan diberikan, karena masih menunggu surat tersebut disetujui terlebih dahulu. “Itu satu unit saja dan itu kita dapat dulu baru bisa diperkirakan kapan sampai,” tambahnya.

Kota Ambon, menurut dia, harus memiliki mobil PCR karena kota ini tidak memiliki fasilitas kesehatan berupa rumah sakit, tetapi hanya memiliki puskesmas. Dengan adanya mobil PCR akan sangat membantu Gugus Tugas, terutama tenaga medis dalam melakukan tes kepada masyarakat secara cepat.

“Kita berharap permintaan tersebut mendapat tanggapan baik dan dapat direalisasikan,” ujarnya.

Kata dia, permintaan mobil PCR dikarenakan Ambon merupakan tempat transit untuk Maluku dimana masyarakat akan datang terlebih dahulu di Kota Ambon sebelum ke kabupaten kota lainnya di Maluku. Dengan begitu, mobil PCR dengan kegunaannya sangat berdampak kepada aktivitas maupun pergerakan masyarakat yang datang, serta dapat memutus penyebaran covid-19 dengan cepat.

Karena mobil tersebut dapat digunakan sebagai laboratorium untuk menguji masyarakat yang ada di Kota Ambon, maupun yang datang ke Kota Ambon apakah membawa virus atau tidak. (DHT).

Comment