by

Pemkot Rencanakan PSBB Transisi

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon berencana untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi usai pemberlakukan PSBB tahap II yang akan berakhir pada tanggal 19 Juli 2020 nanti. Dikarenakan tingkat kasus kesembuhan Covid-19 dinilai mulai meningkat dan kurva angka positif semakin landau.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, usai PSBB tahap II, kemungkinan besar pihaknya akan menerapkan PSBB transisi usai PSBB tahap II yang sementara berjalan. “Setelah PSBB yang kedua, kemungkinan itu bisa dalam bentuk PSBB transisi,” tandas Louhenapessy, kepada wartawan di Balai Kota, akhir pekan kemarin.

Sesuai analisa, akui dia, secara teknis puncak dari penyebaran virus covid 19 di Kota Ambon terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli 2020. Dan saat ini, telah terbukti trend untuk penyebaran Covid 19 di kota bertajuk Manise ini sudah mulai menurun.

Meski demikian, Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota harus tetap waspada mengingat Kota Ambon sendiri merupakan tempat transit bagi masyarakat untuk menuju kabupaten/kota lainnya di Maluku. Sebab, ketika pemerintah tidak waspada maka angka kasus maupun penyebaran Covid-19 dapat naik secara signifikan.

Untuk itu, pemerintah kota juga tidak boleh lengah dalam menekan penyebaran wabah Corona ketika ada ada masyarakat yang masuk dan membawa virus mematikan ini.

“Dalam analisa teknis, puncak itu dia Juni akhir atau awal Juli. Sekarang kan trend mulai turun. Ini Cuma kalau kita tidak hati-hati, karena Ambon ini transit dan juga bisa naik. Orang masuk, orang bawa tanpa sadari naik lagi. Jadi kita tidak boleh lengah,” pungkasnya.

Politisi Golkar ini menilai, dengan adanya penerapan PSBB tahap II ini, telah memberikan dampak yang positif kepada masyarakat terutama dalam penyebarannya. Untuk itu, dengan kurva kasus penyebaran covid-19 yang terus menurun saat ini, akan sangat memungkinkan adanya penerapan PSBB transisi di Kota Ambon.

Untuk PSBB transisi sendiri, tambah walikota dua periode ini, para pelaku usaha akan diperbolehkan untuk beroperasi seperti biasa. Sedangkan untuk moda transportasi akan tetap menggunakan pola yang saat ini digunakan dalam PSBB tahap kedua, yaitu sistim ganjil genap.

“Jadi mungkin saja pelaku pelaku usaha boleh beroperasi, tapi nanti moda transportasi misalnya dalam pola yang sekarang. Itu kita akan evaluasi lagi,” beber dia.

Sementara untuk rumah kopi, rumah makan atau restotan dan sebagainya, akan dievaluasi oleh Pemerintah Kota. Untuk memastikan semuanya dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Pasalnya, dengan memasuki PSBB transisi, Kota Ambon juga akan memiliki peluang untuk menuju new normal.

“Kalau itu sudah oke, baru kita beralih ke trakondisi baru ke new normal. Nanti kehidupan new normal itu, Covid 19 itu bukan berarti dia hilang. Cuman Covid 19 tidak lagi berjangkit membuka arah ke situ,” pungkas dia. (DHT).

Comment