by

Pemkot Siapkan 207 Lapak Takjil

Ambon, BKA- Sebanyak 207 lapak disiapkan oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon untuk para pedagang menjajakan takjil atau hidangan buka puasa di kota Amon. Ratusan lapak tersebut tersebar di tujuh lokasi penjualan takjil di kota Ambon.

Kepala Disperindag Kota Ambon, Pieter Leuwol mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 207 lapak berupa meja yang diperuntukan bagi para penjual takjil dalam kota Ambon. Ratusan lapak yang tersebar pada 7 lokasi penjualan takjil diantaranya, Desa Batumerah, Keluruhan Honipopu depan masjid Al Fatah, Desa Nania, Waiheru, Poka dan Wayame serta Pandan Kasturi.

“Yang pasti Pemerintah Kota menyiapkan meja bagi para penjual dan titik itu antara lain Batu Merah, depan Masjid Al-fatah, Desa Nania, Waiheru, Poka, Wayame, dan Pandan Kasturi,” ujarnya.

Ia menjelaskan penempatan meja jualan takjil ini ditentukan oleh Pemerintah Kota menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Dimana Kota Ambon juga menjadi Kota yang terpapar virus corona. Untuk itu, penempatan meja takjil diberikan jarak aman yakni 1,5 meter. Sehingga meminimalisir adanya penumpukan pembeli pada satu wilayah.

“Dengan kondisi yang ada tiap meja takjil diberikan jarak 1,5 meter dengan meja takjil lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bertumpuknya pembeli pada satu titik, sehingga mereka juga memiliki jarak antar pembeli satu dengan pembeli lainnya,” tutur Pieter, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (28/4).

Selain pembatasan jarak, Ia juga juga menegaskan kepada para penjual takjil untuk harus melengkapi diri minimal mengunakan sarung tangan maupun masker. Sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan penyebaran virus corona di Kota Ambon.

Pieter mengaku, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait yakni Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Ambon untuk menertibkan pedagang yang tidak menggunakan masker dan sarung tangan untuk tidak berjualan.

“Seluruh pedagang yang berjualan minimal harus menggunakan masker dan sarung tangan. Jika tidak, sudah ada petugas yang siap untuk menertibkan. Dan pedagang tersebut tidak diizinkan berjualan sebelum menggunakan masker dan sarung tangan,” tambahnya.

Ia berharap, dengan bantuan yang diberikan dapat membantu warga Kota Ambon terutama yang menjalankan ibadah puasa dalam memenuhi sajian menu berbuka lewat takjil yang dijajakan.

“Saya harap bantuan meja ini dapat memenuhi sajian menu berbuka, terutama bagi warga Ambon yang menjalankan Ibadah Puasa,” tutup dia. (DHT)

Comment