by

Pemuda Balik Papan Terancam 10 Tahun Penjara

Ambon, BKA- MYT alias Ongen, warga Balik Papan yang bermukim di kawasan Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, terancam dipenjara selama 10 tahun, karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Pria 31 tahun itu diancam Jaksa Penuntut Umum (JPU), J.W.Pattiasina, dalam persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (18/5).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ahmad Hukayat, dibantu Jenny Tulak dan Feliks R.Wuisan selaku Hakim Anggota, itu dibuka dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU.

JPU dalam amar tuntutannya menyebutkan, terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah, melakukan tanpa hak melawan hukum, memiliki, menyimpan, mengusai, atau menyediakan narkotika golongan I, sebagaimana diatur dalam pasal 112 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini supaya menjatuhi hukuman 10 tahun penjara, denda Rp 800 juta, subsider enam bulan kurungan,” jelas JPU.

Lebih lanjut dikatakan JPU dalam berkas dakwaanya, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 13 Januari 2020, sekitar pukul 15.00 WIT, tepatnya di kantor Jasa Pengiriman (Tiki), Jalan A.M Sangadji Kota Ambon.

Awalnya dua Anggota Ditresnarkoba Polda Maluku, masing-masing, Bripka Alfin Gunawan dan Aipda Alwi Satu, mendapat laporan dari informan, bahwa terdakwa akan menuju tempat pengiriman barang atau Tiki untuk mengambil barang terlarang.

Selanjutkan, kedua saksi langsung berkoordinasi dengan pimpinan, kemudian bersama rekan-rekannya menuju TKP untuk melakukan penggerebekan terhadap terdakwa.

Sampai di TKP, aksi penangkapan tangkap tangan terjadi. Saat itu terpantau, terdakwa sedang memegang narkotika tersebut.
Selanjutnya para saksi melakukan interogasi terhadap terdakwa. petugas juga menemukan barang bukti satu paket narkotika jenis daun sintetis.

Atas perbuatan terdakwa, dia kemudian digerebek ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku, kawasan Mangga dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota ambon, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, hakim kemudian menunda sidang hingga Senin pekan depan, untuk agenda pledoi dari Alfred Tutupary selaku kuasa hukum terdakwa.(SAD)

Comment