by

Pemuda Cabul 5 Tahun Bui

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon memvonis Ronaldo Peterson Leleury alias Roni dengan pidana penjara selama lima tahun dalam persidangan yang digelar secara Online. Masing-masing majelis hakim di PN Ambon, JPU, Inggrid Louhenapesy dari Kejari Malteng bersidangan di Kejari Ambon dan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Alfred Tutupary di Rutan Ambon, Kamis (25/6).

Pria bejat 45 Tahun, Warga Desa Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini dinyatakan berbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Selain pidana badan, terdakwa pun dibebankan membayar denda sebanyak Rp.60 juta subsider enam bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 82 Ayat (1), UU Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI. No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” Ucap ketua majelis hakim, Hamjah Kailul dibantu Lucky R. Kalalo dan Christina Tetelepta selaku hakim anggota dalam amar putusannya.

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa terhadap korban yang masih dibawah umur, serta perbuatan terdakwa melanggar undang-undang yang berlaku, sedangkan yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi.

Putusan majelis hakim ini diketahui lebih ringan daripada tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa supaya dipenjara selama 7 tahun dalam persidangan Kamis pekan kemarin.

Sesuai dalam dakwaan JPU menyebut, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi selama tiga kali tepatnya di awal, pertengahan, dan akhir Bulan Oktober 2019 kemarin.

Peristiwa bejat ini awalnya, terdakwa mengendarai sepeda motor melewati depan rumah korban.

Korban yang melihat terdakwa kemudian menawarkan untuk sama-sama berboncengan dengan sepeda motor menuju Desa Sila, namun sampai dipertengahan jalan, terdakwa minta ganti posisi untuk korban menyetir sepeda motor.

Tidak lama kemudian, terdakwa mulai merayu korban untuk melakukan aksi tak terpuji itu dipinggir jalan, sebelum terdakwa memberikan uang kepada korban.

Aksi kedua dan ketiga yang dilakukan terdakwa terhadap korban pun berlangsung di pinggir jalan.

Karena perbuatan terdakwa tercium salah satu guru di sekolah, membuat guru tersebut menanyakan hal itu kepada korban terkait hubungan korban sama terdakwa.

Dihadapan sang guru, korban menceritakan apa yang sudah dialaminya kepada guru tersebut.

Merasa korban dilecehkan, dia kemudian melaporkan hal ini ke keluarga korban, kemudian keluarga korban melaporkan tindakan terdakwa di kantor Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. (SAD)

Comment