by

Pemuda OSM di Penjara 5 Tahun

Ambon BKA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon akhirnya menjatuhi hukuman lima (5) tahun kepada terdakwa Widian Firdaus Leloltery alias Febrianno Nirahua alias Ina, yang merupakan terdakwa kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang merupakan mantan pacarnya sendiri.

Dalam amar putusan Ketua Majelis Hakim, Lucky R. Kalalo Cs, terdakwa yang merupakan warga OSM, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, selain dipidana penjara lima tahun, juga dibebankan untuk membayar denda sebesar Rp300 juta, subsider satu bulan kurungan.

Pria 23 tahun itu dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 1 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pengganti UU Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo pasal 64 KUHPidana.

“Menjatuhi hukuman kepada terdakwa selama 5 tahun penjara, denda Rp300 juta, subsider satu bulan kurungan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ungkap ketua majelis hakim, dalam amar putusan yang dibacakan dalam sidang, Rabu (13/1).

Yang memberatkan, terdakwa melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, perbuatan terdakwa membuat korban dan keluarganya malu. Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dan mengakui perbuatannya dipersidangan.

Vonis majelis hakim ini diketahui lebih ringan dibanding tuntutan JPU, JPU Chaterina Lesbata, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun.

JPU dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi sekitar November 2019 lalu, tepatnya di rumah terdakwa yang berada di kawasan OSM.

Saat itu, terdakwa mengajak korban ke kamarnya dan memaksa korban untuk melakukan aksi bejat itu. Kejadian kedua kalinya, terjadi di kamar kos-kosan sepupu terdakwa di Kawasan Wailela, Kecamatan Teluk Ambon.

Selanjutnya, perbuatan asusila terdakwa dilakoni di rumah tante terdakwa. Terdakwa juga melancarkan aksinya dalam kondisi mabuk.(SAD).

Comment