by

Pemuda Urimessing Didakwa Pakai Sabu

Ambon, BKA- Ilham Faisal Marasabessy alias Ilo, Pemuda yang bermukim di Gang Ponegoro, RT.001/RW.004, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon melanggar pasal 127 Ayat (1) huruf (a) Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 Tentang penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu.

Dakwaan ini dibacakan JPU dalam persidangan perdana, Rabu (13/5), yang berlangsung secara online melalui sarana video conference menggunakan aplikasi zoom itu, majelis hakim di PN Ambon, JPU di kantor Kejari Ambon, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Peny Tupan, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

JPU S.Aryani, dalam dakwaan menguraikan, tindak pidana yang dilakukan pemuda 29 Tahun ini terjadi 5 Februari 2020, sekitar pukul 19.30 WIT,di lantai 2 Kos-kosan milik terdakwa. Awalnya, petugas dari Dit Resnarkoba Polda Maluku menangkap saksi Surya Gunawan Maryani (terdakwa dalam berkas terpisah). Saat dilakukan interogasi, saksi mengaku mendapat barang bukti sabu-sabu itu dari terdakwa.

Selanjutnya, saksi membeberkan tempat tinggal terdakwa, kemudian petugas yang terdiri dari empat orang tersebut langsung melakukan penggerebekan di kos-kosan terdakwa.

Dari diri terdakwa, petugas berhasil menyita barang bukti (BB), dua paket sabu-sabu yang disimpan di dalam plastik klem bening, dan dibungkus dengan tisu kemudian dimasukan dalam kantong celana terdakwa.

Setelah dilakukan interogasi lanjut, terdakwa mengakui sudah dua kali mengkonsumsi sabu-sabu, dia juga mennyatakan mendapat barang terlarang itu dari rekannya Sarifudin Marasabessy (DPO),dengan cara membeli dengan harga Rp.2 juta.

“Setelah mendengar pengakuan terdakwa, petugas kemudian membawanya ke kantor Ditresnarkoba Polda Maluku di kawasan Mangga Dua, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkap JPU dalam berkas dakwaannya.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Hamjah Kailul dibantu Lucky Rombot Kalalo dan Philips Pangalila selaku hakim anggota itu, menunda sidang hingga Rabu (20/5) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi fakta. (SAD)

Comment