by

Penanganan Kawasan Kumuh Jadi Fokus RT

Ambon, BKA- Lingkungan kumuh menjadi fokus program di RT002/RW 01 Kelurahan Kudamati. Berbagai program pun dirancangkan ketua RT setempat demi memperbaiki lingkungan. Adam Batkunde selaku Ketua RT 002/ RW 01 mengatakan, pembangunan kawasan kumuh ini dimulai dengan pembangunan drainase (selokan) dan pembangunan jalan setapak. Selain itu, ia juga mengajukan agar perumahan kumuh di lingkungannya bisa mendapat bantuan perbaikan.

“Untuk RT.002/ RW 01 ada beberapa program yang mau diselesaikan. Pertama pembangunan drainase dan pembangunan jalan setapak yang memang sudah rusak. Berikutnya ada beberapa program yang diusulkan ke Kotaku karena lingkungan ini termasuk dalam lingkungan kumuh, sehingga program yang dilakukan itu menyangkut renovasi rumah,” tutur Adam.

Ia juga mengakui bahwa rumah yang diusahakan untuk direnovasi, memang benar-benar rumah yang lulus kriteria layak menerima bantuan.
“Rumah yang masuk dalam daftar terhitung 32 rumah yang masuk perumahan kumuh, sehingga sedang diusulkan ke Kotaku untuk mendapat bantuan,” terangnya.

Demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan layak, katanya, RT juga mengupayakan pembangunan bak sampah yang dekat pemukiman warga sehingga lebih mudah di jangkau.

“Berikutnya tempat pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman masyarakat, sehingga sulit untuk di jangkau warga. Jadi kami sedang mengusahakan ada tempat pembuangan, agar bisa dibangun bak pembuangan sampah yang lebih dekat dengan masyarakat dan usul ini sedang kita sampaikan ke PU Kota,” ujarnya.

Adam juga menambahkan, lingkungan ini bisa dibilang lingkungan kumuh karena sebagian warga daerah ini adalah keluarga yang tidak mampu. Kebanyakan warga RT ini bekerja sebagai buruh kasar sehingga hidup dengan apa adanya.

Batkunde menyadari itu dan berusaha agar warganya bisa mendapat bantuan untuk bisa menopang kehidupan warganya.

“Masalahnya adalah jumlah kepala rumah tangga lebih sedikit dari jumlah keluarga yang terdaftar. Dari 412 jiwa yang ada di RT ini terdaftar hanya 12 jiwa yang mempunyai pekerjaan tetap, sedangkan yang lain bekerja sebagai buruh kasar. Dalam rangka covid-19 ini, sangat sulit bagi mereka untuk menghidupi keluarga. Maka dari itu kami mohon perhatian baik dari pemerintah kota maupun pemerintah provinsi untuk memperhatikan lingkungan sini sehingga mereka bisa hidup layak seperti lingkungan yang lain,” pintanya. (MG-1)

Comment