by

Pendidikan di Maluku Memprihatinkan

Ambon, BKA- Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Elviana Pattiasina menyebutkan, kualitas pendidikan di Maluku masih sangat memprihatinkan. Yakni jauh dari harapan akibat minimnya sumber tenaga pendidik, hingga infrastruktur sekolah.

“Kalau dari sisi infrastruktur, masih ada sekolah itu yang masih pinjam gedung. Jalankan milik sendiri, pinjam gedung orang, lalu kalau seperti itu fasilitas infrastruktur sekolah juga masih kurang. Ini kan repot,” beber Pattiasina, kepada wartawan di Baileo Rakyat Karpan, Ambon, Rabu (1/7).

Diakuinya, untuk mengatasi persoalan pendidikan di Maluku, terkhusus untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Dinas Pendidikan Provinsi maupun kabupaten/kota sudah harus memiliki strategis. Untuk bagaimana bisa memfasilitasi siswa agar tetap berada pada sekolah favorit pilihan masing-masing. Sehingga tidak langsung memaksakan jika sekolah tidak belum memenuhi kuota.

“Kalau tidak memenuhi kuota, langsung siswa dipaksakan untuk harus masuk ke SMA yang lain dari zonasi. Contoh kalau zonasi, anak itu berada dilingkungan sekolah yang sama sekali tidak mendapat sekolah lalu dipaksakan. Bagaimana sekolah mau mendapat siswa kalau akriditasi sekolahnya sudah jelek,” heran dia.

Menurutnya, dari sisi persyaratan SDM untuk tenaga pendidikan masih sangat minim. Bahkan sejumlah sekolah yang ada tidak memiliki bangunan sekolah, artinya masih meminjam dari pihak lain. Maka solusinya, Pemerintah Provinsi harus bisa melihat hal tersebut dengan membantu sekolah-sekolah yang ada dari sisi penganggaran. Guna memperbaiki kualitas bangunan, termasuk SDMnya.

“Kemarin kan ibu Kadis Pendidikan, sudah bilang mau menggunakan sistim guru pinjam. Nah, itu untuk pemerataan. Memang dari sisi ketersediaan tenaga guru juga masih kurang,” tuturnya.

Maka dari itu, lanjut dia, Dinas terkait juga harus dipaksakan untuk lebih bekerja keras, agar dapat menyikapi hal tersebut dan menjawab persoalan pendidikan di Maluku.

“Sebab persoalan ketersediaan SDM tenaga pendidik juga saat ini menjadi persoalan, yang masih menjadi PR di Dinas Pendidikan,” tutupnya. (RHM)

Comment