by

Pendidikan Vokasi Sistem 3-2-1 Dinilai Relefan

Ambon, BKA- Pendidikan vokasi dengan sistem 3-2-1 dinilai sangat relefan dengan perkembangan sekarang ini, jika diterapkan dengan maksimal.

Ketua Jurusan (Kejur) Akuntansi Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Vecky Cornelis, menilai, dunia ini industri dalam penyerapan tenaga kerja, lebih membutuhkan lulusan pendidikan vokasi. Sehingga dengan konsep dual sytem atau sistem 3-2-1 yang akan dilakukan nanti, akan membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan atau permintaan lapangan pekerjaan tersebut.

“Maksud dari sisten 3-2-1 ini kan, 3 semester belajar teori di kampus, 2 semester praktek kerja di dunia industri, dan satu semester kembali ke kampus untuk mengerjakan tugas akhir. Dengan penerapan sistem ini, pastinya kualitas dari para lulusan lebih berkualitas. Karena praktek lapangannya justru sudah lebih lama, jika dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya 2 atau 3 bulan saja,” ujar Cornelis.

Dia mengatakan, sistem yang mengadopsi kurikulum vokasi dari Jerman ini, dapat mempercepat proses link and match antara dunia pendidikan dan industri.

Untuk itu, sudah saatnya, pendidikan vokasi maju untuk menghadapi era perkembangan teknologi ke depan. “Ini untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat di era revolusi industri 4.0. Sehingga meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan membekali sertifikasi keahlian bagi lulusan vokasi, merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan secara maksimal, guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil,” paparnya.

Selain itu, sistem 3-2-1 yang akan diterapkan nanti juga akan menjawab harapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. karena sistem tersebut akan dapat menciptakan genarasi bangsa yang mandiri dan inovatif di masa yang akan datang

“Harapan Pak Menteri itu yang harus kita dukung. Sebab kalau diperhatikan, pendidikan vokasi yang punya peluang besar diterima di dunia kerja industry. Karena itu, adanya sistem 3-2-1 ini, diharapkan bisa memberikan kecakapan dan ketrampilan yang baik. Supaya bukan saja bisa mendapatkan pekerjaan, tapi juga bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru lewat kamampuan yang dimiliki, setiap lulusan” pungkas Cornelis. (LAM)

Comment