by

Penerimaan Pajak Hotel Turun 29,40 Persen

Ambon, BKA- Dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, turut mempengaruni penerimaan pajak hotel pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon secara presentasi sebesar 29,40 persen.

Hal ini disebutkan Kepala Bidang (Kabid) Pembukuan Verifikasi dan Pemeriksa, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Ambon, Rudy Heljanan, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/7).

Menurutnya, penerimaan pajak hotel secara presentasi menurun sebanyak 29,40 persen akibat dipengaruhi penyebaran wabah Corona. Dan secara otomatis mengurangi adanya wisatawan yang berkunjung dan menggunakan fasilitas hotel di kota Ambon.

Pasalnya, dengan menurunnya pemasukan wisatawan maupun jumlah yang menginap di hotel berpengaruh besar terhadap pembayaran pajak hotel ke pemerintah kota Ambon.

Dengan begitu, hingga 31 Mei 2020 telah turun sebanyak 29,40 persen dan turut mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Ambon yang diperoleh dari sisi pajak hotel.

Untuk pajak hotel sendiri, lanjut dia, terdiri dari pajak hotel untuk kelas melati, untuk penginapan, wisma maupun kamar kost yang lebih dari 10 kamar.

Dan untuk target dari segi pajak hotel sendiri tahun 2020 yakni Rp 10.957.800 dan telah terealisasi hingga 31 Mei, dengan capaian sebanyak Rp 163.306.366.

“Dari pajak hotel melati, penginapan, wisma dan kamar kos. Dari target 10 miliar lebih sampai dengan 31 Mei 2020 realisasinya 163 juta lebih,” tutur dia.

Dia mengungkapkan, pada keadaan normal atau tidak ada pandemi sebelumnya, pencapaian penerimaan pajak hotel pada periode bulan Mei sendiri, bisa mencapai 40 persen secara presentasi.

Namun dengan adanya pandemi covid 19, penerimaan pajak tersebut mencapai 29,40 persen dan turun dari keadaan normal sebelum terjadinya pandemi. “Semestinya idealnya sampai di periode Mei 40 persen,” beber Rudy.

Mengingat, untuk kondisi normal penerimaan pajak hotel pada triwulan satu harus 15 persen, triwulan dua 45 persen, triwulan tiga 75 persen dan pada triwulan empat itu sudah mencapai 100 persen.

“Pajak hotel biasanya tercapai realisasinya. Cuma kali ini karena mempengaruhi penerimaan pajak,” imbuhnya. (DHT).

Comment