by

Penerimaan Pajak Tumbuh Negatif

Ambon, BKA- Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon, I Made Agus Hari Sentana, mengaku, penerimaan pajak tahun 2020 tumbuh negatif di tengah pandemik Covid-19.

“Kalau kita identifikasi, ada lima sektor dominan kita, yang khusus selama pandemik ini bertumbuh negatif. Yaitu, sektor konstruksi, administrasi pemerintahan, lembaga jasa keuangan, perdagangan dan PBB. Angka realnya masih kami rekap, namun sektor unggulan yang ada secara keseluruhan bertumbuh negatif,” kata Sentana, kepada koran ini, Jumat (3/7).

Memang ada beberapa relaksasi yang diberikan bagi wajib pajak, yang pemberitahuannya disampaikan secara online melalui www.pajak.go.id. Tujuannya agar wajib pajak dapat menjalankan kewajibannya sesuai dengan aturan yang ada.

“Dengan relaksasi ini, pemerintah berharap wajib pajak dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik dan tidak menunda menyetorkan pajak yang terutang. Karena pajak yang dibayarkan, sangat diperlukan oleh negara dalam penanganan wabah Covid-19. Wajib pajak badan juga dapat memanfaatkan penghitungan angsuran PPh Pasal 25 Tahun 2020, dengan menggunakan tarif PPh yang lebih rendah (22 persen),” tuturnya.

Beberapa fasilitas relaksasi itu, jelasnya, tidak dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak yang menyatakan lebih bayar dan meminta restitusi dipercepat (pengembalian pendahuluan), atau oleh wajib pajak yang menyampaikan SPT setelah 30 April 2020.

Dia mengatakan, untuk faislitas stimulus pemerintah tersebut hanya diberikan kepada sektor-sektor tertentu. “Pemerintah sudah menghitung sektor mana saja yang tedampak Covid. Ada 104 sektor yang bisa memanfaatkan stimulus ini. Diluar dari 104 sektor ini, tidak dapat memanfaatkan stimulus itu,” tuturnya.

Disebutkannya, yang paling dominan tumbuh negatif adalah sektor konstruksi. Pembangunan berhenti sejalan dengan sektor administrasi pemerintahan.

“Kalau anggaran dialihkan untuk penanganan Covid, otomatis pembangunan dari sektor konstruksi juga terhenti. Sementara perdagangan kita negatif juga, lebih banyak yang mengalami dampak covid. Lebih detail lagi, seperti perhotelan. Sehingga secara umum, tumbuh negatifnya ini jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya,” terangnya. (KJH)

Comment