by

Pengacara Berharap Hakim Bijak Vonis Latuheru

Ambon, BKA- Adolof Gerrit Suryaman kuasa hukum (PH) Robert Latuheru alias Roy, terdakwa kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis ganja berharap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon bijaksana dalam memutus perkara kasus dugaan narkotika jenis ganja yang menyeret kliennya ke ranah hukum.

Menurutnya, jika memang majelis hakim bersikap adil, maka tentunya putusan terhadap kliennya itu ringan dibandingkan tuntutan JPU.

“Prinsipnya saya berharap ada keadilan saja. Majelis hakim juga saya minta supaya bijaksana dalam memutus perkara ini,” Ungkap Adolof saat menghubungi Beritakota Ambon, Jumat kemarin.

Kata pengacara muda itu, sesuai agenda persidangan putusan hakim di jadwalkan pekan kemarin, namun karena ada kendala beberapa hal, maka persidangan ditunda sampai Kamis pekan depan.

“Pekan depan baru sidang putusan. Sebenarnya Minggu kemarin tapi ada kendala, makanya sidangnya dilanjutkan Munggu depan,” jelas dia.

Dia pun berharap, semoga dalam putusan majelis hakim, ada terlihat kebijaksanaanya.
“Tapi kita tetap serahkan kepada majelis hakim saja, karena semua keputusan ada ditangan dia (hakin), ” pungkasnya.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Robert Latuheru alias Roy dengan penjara selama enam tahun, denda Rp.800 juta subsider enam bulan penjara
“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 111 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika,”jelas JPU dalam berkas tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 31 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIT, bertempat di kawasan jalan Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku masing-masing Rivano Diky Latuperisa, Feliks Watimena, Andreas Baragain Sahubudin Ubrusan, mendapat informasi dari informan bahwa ada yang akan mengkonsumsi narkoba di daerah Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Dari informasi itu,petugas kemudian mendatangi TKP, namun karena tidak ada gerak gerik orang di TKP, mereka kemudian berjalan terus ke daerah Amahusu. Di sana mereka menangkap terdakwa dengan barang bukti dua linting kecil.

Dari hasil interogasi, terdakwa mengatakan kalau mendapat barang bukti berupa dua linting kecil ganja dari rekannya Arnold Pattilatu (Berkas terpisah).

Setelah mendengar keterangan terdakwa, petugas bersama dia melakukan penangkapan terhadap Arnold di depan Planet Wainitu.

Saat diamankan Arnold, Arnold kemudian membeberkan kalau mendapat barang bukti itu dengan cara membeli dari terdakwa Febri Rimpa.

Setelah menerima informasi tersebut,petugas bersama terdakwa dan Arnold mendatangi tempat tinggal terdakwa di Belakang Soya, tepatnya di kantor JNT untuk menangkapnya.

Setelah itu, petugas membawa mereka ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (SAD)

 

Comment