by

Pengacara Siap Lawan Kejati

Ambon, BKA- Tim penasehat hukum Fery Tanaya mengatakan, siap melawan tim penyidik Kejaksaan Tinggu (Kejati) Maluku dalam sidang gugatan praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, Rabu (16/9) besok.

Salah satu tim Kuasa Hukum tersangka Fery Tanaya, Henry Lusikooy, saat ditemui koran ini mengaku, Tim Penasehat Hukum tersangka Fery Tanaya telah siap untuk melakukan persidangan praperadilan melawan Kejati Maluku.

Meski begitu, pengacara senior ini menilai, tidak mau buru-buru untuk menyampaikan alasan ditempuh praperadilan dalam perkara dugaan tipikor Pembangunan kantor PLTMG Namlea di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru. Sebab, langkah yang dilakukan penyidik Kejati Maluku tetap dinyatakan tidak sah dan tidak memenuhi prosedur hukum yang berlaku.

“Kita siap lawan dalam Kejati. Tapi untuk materinya saya tidak mau buka dulu, nanti selesai persidangan saja baru kita buka-bukaan,” ungkap Lusikooy, yang ditemui koran ini di pelataran Pengadilan Negeri Ambon, Senin (14/9).

Kata dia, sebagai PH, setelah melakukan pengkajian yang matang, ternyata ditemukan ada hal-hal yang janggal terkait penetapan tersangka yang dilakukan pihak penyidik.

“Kalau kita pra berarti pastinya produk hukum yang dipakai penyidik itu keliru. Tapi sekali lagi nanti kita buka dipersidangan. Sedang perdana akan di mulai Rabu 16 September 2020 besok,” tandasnya.

Sebelumnya dikabarkan, tim penasehat hukum tersangka Fery Tanaya menilai penetapan dalam kasus dugaan tipikor Pembangunan kantor PLTMG Namlea di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru tidak memenuhi prosedur hukum, sehingga tim kuasa hukum tersangka mengajukan praperadilan melawan penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon.

Kuasa hukum Fery Tanaya, Henry Lusikooy kepada Beritakota Ambon mengungkapkan, langkah praperadilan yang ditempuh tersangka Fery Tanaya melalui tim Penasehat Hukum karena merasa, ada ketidak beresan dalam penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Sehingga kata Lusikooy, praperadilan ditempuh pihaknya agar dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi PLTMG Namlea,bisa terlihat ada unsur keadilan didalamnya.

“Jadi Kamis 10 September 2020 hari ini (kemarin-red), kita baru mendaftar praperadilan di Pengadilan Tipikor, kita pra melawan Kejati Maluku,” ungkap Lusikooy di pelataran Pengadilan Negeri Ambon Kamis kemarin.

Ditanyakan soal apa saja yang menjadi keberatan untuk mengajukan praperadilan, pengacara kondang ini menepis enggan berbicara terkait hal tersebut.

“Nah, itu kita punya materi pra, jadi tidak bisa kita publis, yang intinya kita sudah mendaftar gugatan praperadilan melawan Kejati Maluku. Nanti kalau kita sudah mulai sidang baru materinya bisa diketahui terang benderang,”tandas Lusikooy.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette mengatakan, tim Jaksa penyidik tetap siap melawan langkah praperadilan yang di tempuh Fery Tanaya melalui kuasa hukumnya. “Prisipnya, kita tetap melawan upaya hukum yang ditempuh tersangka dalam kasus ini. Kalau untuk materinya tidak bisa saya komentar ke situ,” tandas Sapulette singkat belum lama ini.(SAD).

 

Comment