by

Pengacara Siapkan Nota Pledoi Terdakwa Narkoba

Ambon, BKA- Alfred Tutupary penasehat hukum M. Yandri Tuahuns alias Ongen terdakwa kasus narkotika,akan menyiapkan nota pledoi guna dibacakan dalam persidangan lanjutan pada Senin pekan ini.

Hal ini dilakukan demi mencari jalan guna meringankan hukuman terdakwa, karena ancaman jaksa penuntut umum dianggap terlalu berat.
“Prinsipnya selaku kuasa hukum saya akan siapkan nota pledoi untuk persidangan lanjutan dalam kasus ini,” ungkap Alfred ketika dihubungi melalui selulernya, Rabu (27/5).

Menurut Alfred, sesuai fakta persidangan, terdakwa sudah mengakui semua perbuatan dan berjanji tidak akan mengulagi perbuatannya lagi.

“Dari pengakuan terdakwa dipersidangan, akan kita rampungkan dalam nota pledoi. Dan semua itu akan kita uraikan satu demi satu. Dan kita tidak bisa sampaikan semuanya saat ini karena belum sidang,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, M Yandri Tuahuns alias Ongen, warga Balik Papan yang kini tinggal di kawasan Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, terancam dipenjara selama 10 Tahun lantas melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Pria 31 Tahun ini diancam Jaksa Penuntut Umum (JPU), J.W.Pattiasina dalam persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (18/5) kemarin.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Ahmad Hukayat dibantu Jenny Tulak dan Feliks R.Wuisan selaku hakim anggota itu dibuka dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU.

JPU dalam amar tuntutannya menyebutkan, terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah melakukan, tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I, sebagaimana diatur dalam pasal 112 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini supaya menjatuhi hukuman 10 tahun penjara, denda Rp.800 juta subsider enam bulan kurungan,” jelas JPU.

Lebih lanjut dikatakan JPU dalam berkas dakwaanya, tindak pidana yang dilakukan terdakwa, terjadi pada 13 Januari 2020 sekitar pukul 15.00 WIT tepatnya di kantor Jasa Pengiriman (Tiki), Jalan A.M Sangadji Kota Ambon.

Awalnya dua anggota Ditresnarkoba Polda Maluku masing-masing Bripka Alfin Gunawan dan Aipda Alwi Satu mendapat laporan dari informan bahwa terdakwa akan menuju tempat pengiriman barang atau Tiki untuk mengambil barang terlarang itu.

Selanjutkan kedua saksi langsung berkoordinasi dengan pimpinan kemudian bersama rekan-rekannya menuju TKP untuk melakukan penggerebekan terhadap terdakwa.

Sampai di TKP, aksi penangkapan tangkap tangan terjadi, dimana saat itu terpantau terdakwa sedang memegang narkotika tersebut.

Selanjutnya para saksi melakukan interogasi terhadap terdakwa. petugas juga menemukan barang bukti satu paket narkotika jenis daun sintetis.

Atas perbuatan terdakwa, dia kemudian digerebek ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku, kawasan Mangga dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota ambon untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (SAD)

Comment