by

Pengacara Siapkan Pledoi Dua Terdakwa Narkoba

Ambon, BKA- Penasehat hukum (PH) dua terdakwa yakni, Iswan Kadir dan Bryan Salers Nover Wattimena akan mengajukan pledoi atau pembelaan dalam kasus dugaan tindak pidana narkotika yang akan disidangkan di Pengadilan Negeri Ambon pekan ini.

PH terdakwa Ronald Salawane kepada koran ini mengatakan, materi pledoi dirinya sudah siapkan, tinggal saja dibacakan di persidangan nantinya. “Saya sudah siapkan materinya, tinggal bacakan saja di persidangan,” jelas Salawane Kamis kemarin.
Kata dia, PH telah menguraikan semua fakta persidangan. Dan dari fakta persidangan tersebut, PH telah merampungkan semua dalam nota pledoi.

“Pokonya semuanya sudah dirampungkan, nanti kita buka dalam persidangan nantinya,” tandasnya.
Sebelumnya, JPU Kejari Ambon Fitria Tuahuns menuntut kedua terdakwa dengan penjara selama delapan tahun pada persidangan online di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin (7/9).

Sidang agenda tuntutan itu, dipimpin Ketua Majelis Hakim Christina Tetelepta, didampingi Hamzah Kailul dan Lucky Rombot Kalalo selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Ronald Salawane.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 132 ayat (1) UU RI no. 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 112 Ayat (1) UU RI no. 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” ungkap JPU dalam berkas tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada Senin 02 Maret 2020 bertempat di depan Pabrik Roti Sarinda Belakang Soya Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Awalnya petugas Ditresnarkoba Polda Maluku, mendapat informasi dari informan, kalau para terdakwa memiliki narkoba jenis sabu.
Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan pemantauan dan menangkap para terdakwa.

Dari penangkapan, polisi berhasil mengamankan satu dos rokok Marlboro merah. Dalam dos rokok itu, terdapat lipatan tisu berisikan satu plastik bening ukuran sedang yang didalamnya lagi berisikan dua plastik sabu.
Terdakwa Iswan juga mengeluarkan satu paket sabu lagi, saat diinterogasi.
Kedua terdakwa mengaku mendapatkan sabu tersebut dari saudara Broken (DPO).

Mereka memesan melalui telepon, seharga Rp. 1.000.000. Uang tersebut lalu di kirimkan melalui rekening bank BCA.
Selanjutnya, Broken mengirimkan pesan bahwa sabu tersebut sudah diletakkan di depan Indomaret Batu Merah Tanjung. Kedua terdakwa lalu pergi mengambilnya.

Mereka lalu pergi ke rumah Bryan untuk menggunakan sebagian kecil dari sabu tersebut. Sisa dari sabu tersebut, lalu dibagi dua.
Keduanya ternyata patungan untuk membeli sabu tersebut. Keduanya patungan masing-masing Rp.500.000, (lima ratus ribu rupiah). (SAD)

Comment