by

Pengacara Siapkan Pledoi Kasus Narkoba

 

Ambon, BKA- Adolof Gerrit Suryaman kuasa hukum (PH) Robert Latuheru alias Roy, terdakwa kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis ganja, akan menyiapkan pledoi terdakwa guna memasukan dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Ambon, pekan depan.
“Sebagai PH saya akan menyiapkan pledoi untuk terdakwa di persidangan kasus lanjutan nanti, agendanya akan berlangsung pekan ini,” ungkap Adolof kepada Koran ini, Jumat (21/8).

Kata dia, semua dalil-dalil untuk membantah semua tuntutan JPU telah disiapkan dalam berkas Pledoi tersebut. “Semua alasan mengapa kita ajukan pledoi tertulis sudah kita siapkan, tunggu sidang saja baru kita bacakan di persidangan,” tandasnya.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Robert Latuheru alias Roy dengan penjara selama enam tahun, denda Rp.800 juta subsider enam bulan penjara
“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 111 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika,”jelas JPU dalam berkas tuntutannya.
JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 31 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIT, bertempat di kawasan jalan Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Awalnya petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku masing-masing Rivano Diky Latuperisa, Feliks Watimena, Andreas Baragain Sahubudin Ubrusan, mendapat informasi dari informan bahwa ada yang akan mengkonsumsi narkoba di daerah Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Dari informasi itu,petugas kemudian mendatangi TKP, namun karena tidak ada gerak gerik orang di TKP, mereka kemudian berjalan terus ke daerah Amahusu. Di sana mereka menangkap terdakwa dengan barang bukti dua linting kecil.
Dari hasil interogasi, terdakwa mengatakan kalau mendapat barang bukti berupa dua linting kecil ganja dari rekannya Arnold Pattilatu (Berkas terpisah).
Setelah mendengar keterangan terdakwa, petugas bersama dia melakukan penangkapan terhadap Arnold di depan Planet Wainitu.
Saat diamankan Arnold, Arnold kemudian membeberkan kalau mendapat barang bukti itu dengan cara membeli dari terdakwa Febri Rimpa.
Setelah menerima informasi tersebut,petugas bersama terdakwa dan Arnold mendatangi tempat tinggal terdakwa di Belakang Soya, tepatnya di kantor JNT untuk menangkapnya.
Setelah itu, petugas membawa mereka ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(SAD).

 

Comment