by

Pengacara Siapkan Pledoi Residivis Narkoba

Ambon, BKA- Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Dominggus Huliselan sedang menyiapkan nota pembelaan (Pledoi) atas terdakwa Febri Bilga Rimpa alias Ebok alias Ebi,(26), residivis narkotika yang dituntut JPU Kejati Maluku dengan pidana penjara selama Sembilan (9) Tahun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon pada Selasa 11 Agustus 2020 lalu.

Dominggus Huliselan yang di hubungi koran ini mengatakan, untuk meringankan ancaman hukuman yang dijatuhi JPU S.Aryani terhadap kliennya, dirinya akan mengajukan nota pembelaan melalui persidangan lanjutan yang akan berlangsung pekan ini. “Kita akan ajukan pledoi tertulis, karena ancaman yang diberikan JPU dinilai terlalu tinggi,” ungkap Huliselan Minggu kemarin.

Kata dia, melalui nota pledoi yang disampaikan, semoga saja, majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut dapat menjatuhi hukuman yang seringan mungkin terhadap diri terdakwa. “Semoga saja yang mulia majelis hakim dapat memutuskan hukuman terdakwa se-ringan mungkin, itu yang menjadi dasar pledoi kami yang akan dimasukan dalam sidang lanjutan nanti,” tandasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, S Aryani menuntut residivis narkoba Febri Bilga Rimpa alias Ebok alias Ebi, dengan pidana penjara selama 9 Tahun, dendan Rp.1 miliar, subsider enam bulan kurungan, dalam persidangan, Selasa (11/8).

Sidang dengan agenda tuntutan JPU tersebut dipimpin ketua majelis hakim, Jenny Tulak dibantu Feliks R.Wuisan dan Essau Yerisitouw, sebagia hakim anggota, sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Dominggus Huliselan.

Di dalam amar tuntutan JPU menyebutkan, Warga Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat (1) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 31 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIT, bertempat di kantor JNT Jalan Rijali no 19 Tahun Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Awalnya petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku masing-masing Rivano Diky Latuperisa, Feliks Watimena, Andreas Baragain Sahubudin Ubrusan, mendapat informasi dari informan kalau ada yang akan mengkonsumsi narkoba di daerah Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Dari informasi itu,petugas kemudian mendatangi TKP, namun karena tidak ada gerak gerik orang di TKP, mereka kemudian berjalan terus ke daerah Amahusu. Di sana mereka menangkap rekan terdakwa karena sebelumnya sudah mengantongi ciri-cirinya bernama Robert Latuheru (berkas terpisah).
Dari hasil interogasi, Robert mengatakan kalau mendapat barang bukti berupa dua linting kecil ganja dari rekannya Arnold Pattilatu (Berkas terpisah).

Setelah mendengar keterangan Robert, petugas bersama dia melakukan penangkapan terhadap Arnold di depan Planet Wainitu.

Saat diamankan Arnold, dia kemudian membeberkan kalau mendapat barang bukti itu dengan cara membeli dari terdakwa Febri Rimpa.

Setelah menerima informasi tersebut,petugas bersama Robert dan Arnold mendatangi tempat tinggal terdakwa di Belakang Soya, tepatnya di kantor JNT untuk menangkapnya.
Saat diinterogasi, terdakwa mengaku sudah tiga kali menjual paket narkoba ke Arnold Pattalatu.
Setelah mengamankan ketiganya, petugas kemudian membawa mereka ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(SAD).

Comment