by

Penggunaan Vaksin Covid Sudah Diijinkan, Walikota: Penyuntikannya Dua Kali

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengungkapkan, sesuai aturan medis, penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali per orang, dengan jangka waktu 14 hari.

“Jadi satu orang itu, dia divaksin pertama dulu, nanti dua minggu kemudian orang itu divaksin lagi. Jadi dua kali. Aturan medisnya begitu,” ungkap Louhenapessy, kepada wartawan di depan ruang kerjanya, Selasa (12/1).

Sehingga, katanya, dari 3.800 sekian vaksin Covid-19 yang diperuntukkan Pemerintah Provinsi Maluku bagi Kota Ambon untuk tahap pertama, hanya bisa dimanfaatkan oleh 1.900 orang. “Hal ini dilakukan hanya untuk satu tujuan, yaitu, memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga Indonesia terbebas dari ancaman virus ini,” terangnya.

Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Dony Rerung, mengungkapkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19.

“Badan POM telah mengeluarkan izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19. Izin diberikan untuk penggunaan Coronavac produksi Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma. Izin ini sesuai dengan panduan WHO,” kata Dony, kepada awak media di Lantai VI Kantor Guburnur, Selasa (12/1).

Menurutnya, izin penggunaan vaksin atau coronavac dikeluarkan BPOM Jakarta pada, Senin (11/1). Selanjutnya Satgas Covid-19 Maluku melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon dan Polda Maluku, untuk membahas pendistribusian vaksin Covid-19 ke 11 kabupaten/kota di Maluku.

“Kemarin itu sudah dirilis BPOM Jakarta dan sudah diijinkan yang namanya EUA. Itu sebabnya kami rapat dan sudah dibicarakan,” akuinya.

Sementaara sebagai tahap awal vaksinasi, terdapat sekitar 14 ribu tenaga kesehatan yang akan divaksin. Itu dilakukan bukan dalam sehari, tapi dalam beberapa hari hingga beberapa bulan kedepan.

Untuk itu, dirinya berharap agar tidak ada penolakan dari tim kesehatan. “Kalau pun ada, pasti belum paham. Kami akan memberi penjelasan termasuk dari asosiasi kesehatan sendiri dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang nantinya semua terlibat dalam memberikan sosialisasi kepada mereka,” jelasnya.

Terpisah, Kabag Pengendali Operasi (Dalops) Biro Operasi Polda Maluku, AKBP Legawa Utama, akan memastikan pengawalan distribusi vaksin Covid Sinovac ke 11 kabupaten/kota se-Maluku dari Instalasi Farmasi dinas Kesehatan Provinsi Maluku di Kota Ambon.

Pengawalan itu akan melibatkan 52 personil Brimob Polda Maluku. “Distribusi vaksin Covid-19 ke kabupaten kota di Maluku akan dimulai besok (hari ini, re-), Rabu 13 Januari dan Kamis 14 Januari, yang melibatkan 52 personil anggota Brimob Polda Maluku,” jelasnya.

Pengawalan itu akan dimulai dari Dinas Kesehatan sampai di Bandara, dikawal anggota masing-masing untuk tiap kabupaten. Yang menggunakan pesawat dikawal dua orang personil, dan untuk pengawalan menggunakan perjalanan darat juga dikawal 2 orang. Selanjutnya, setelah tiba di bandara atau pelabuhan kabupaten kota tujuan, akan langsung diserah terimah ke Polres setempat, untuk selanjutnya vaksin dibawa ke lokasi penyimpanan.

Tidak hanya saat distribusi, saat proses vaksinasi nanti juga dipastikannya kepolisian juga akan memberikan pengawalan, demi kelancaran vaksinasi yang melibatkan anggota Polres masing-masing kabupaten/kota.(RHM)

Comment