by

Pengibar Bendera RMS Naik Sidang

Ambon, BKA- Dominggus Saiya alias Minggus (51), Warga Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon yang merupakan pelaku yang menaikan bendera Republik Maluku Selatan (RMS), saat perayaan HUT RMS pada 25 April 2020 kemarin, akhirnya naik sidang bersama rekannya Agustinus Amos Matatula alias Agus (57), di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (26/8).

Sidang perdana yang dibuka ketua majelis hakim Ahmad Hukayat Cs tersebut dibuka untuk mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon, Heru Hamdani.
Di dalam dakwaan JPU menyebutkan, kedua terdakwa ini didakwa melanggar pasal 106 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan pasal 110 ayat (1) KUHP.

JPU menyebut, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi tepatnya di halaman rumah terdakwa di Dusun Omputy, Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya,sebelum masuk dalam HUT RMS, kedua terdakwa bersama rekan-rekannya menggelar rapat membahas terkait perjuangan Dr.Alex Manuputty, tujuannya untuk mengembalikan kedaulatan Negara Republik Maluku Selatan, dan juga kepentingan pengibaran bendera RMS pada 25 April serta menunjukan eksistensi RMS di tanah Maluku. Kemudian disepakati masing-masing anggota harus mengibarkan bendera RMS di depan rumah masing-masing saat hari RMS dimaksud.

Awal pertemuan itu juga, terdakwa Amos Matatula yang tinggal di Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, menghubungi terdakwa Dominggus Saiya yang sedang bekerja di Pulau Seram untuk datang mengikuti rapat bersama di rumah terdakwa Dominggus terdakwa di Desa Latuhalat.

Karena terhitung sejak enam bulan lalu, terdakwa Amos sudah menyerahkan bendera RMS ke terdakwa Dominggus.

Kemudian pada 25 April 2020, terdakwa Dominggus Saiya langsung mengibarkan bendera RMS di depan rumahnya. Tidak menunggu lama, anggota Polsek Nusaniwe yang mengetahui aksi terlarang tersebut langsung mengamankan kedua terdakwa.

Dihadapan petugas, terdakwa mengakui melakukan hal tersebut karena memperingati HUT RMS, dan agar kedaulatan Negara Republik Maluku Selatan dikembalikan oleh Negara Republik Indonesi dan juga untuk melaksanakan perintah Dr. Alex Manuputty yang dikeluarkan melalui selebaran pengibaran bendera benang raja tersebut. jelas JPU dalam surat dakwaannya.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk pemeriksaan saksi-saksi.(SAD).

Comment