by

Pengurusan Adminduk, Wajib Sertakan Kontak

Ambon, BKA- Selama PSBB tahap II, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon ditutup. Dan bagi warga yang telah melakukan pengurusan, diwajibkan menyertakan email atau kontak untuk nantinya dihubungi.
Kadis Dukcapil Kota Ambon, Selly Haurissa mengaku, meski pelayanan di kantornya dihentikan selama PSBB, namun pihaknya tetap melakukan pelayanan secara online kepada masyarakat. Dan ketika selesai, masing-masing akan dihubungi sesuai kontak yang dimasukan.

“Online mereka mendaftar kita tetap bekerja. Nanti setelah itu kita WA atau SMS atau email, baru diambil,” tandas Haurissa, saat dihubungi wartawan, Rabu (8/7).

Dengan begitu, kata dia, masyarakat dapat melampirkan alamat emailnya atau nomor kontak handopone dan sebagainya sehingga mudah untuk dihubungi. “Pelayanan wajib menuliskan emailnya, sehingga sudah selesai maka akan ada pemberitahuan di emailnya,” tukasnya.

Dilanjutkan, jika ada masyarakat yang tidak memiliki email maka bisa diberitahukan lewat nomor kontak handpone yang sudah ditempelkan di depan kantor Dukcapil Kota Ambon.

“Kalau email tidak ada bisa ada nomor handphone lain,” ucap dia.
Menurutnya, walaupun pelayanan di tutup selama PSBB, masyarakat yang ingin menikah tetap dilayani. Dan hanya 4 orang yang diizinkan berkunjung ke kantor Dukcapil.

“Kalau nikah tetap jalan, karena nikah cuma 4 orang saja,” sebutnya.
Ia menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) Kota Ambon nomor 19 tahun 2020 untuk PSBB tahap II, ada beberapa instansi yang ditutup termasuk Disdukcapil. Kecuali perbankan dan sebagainya.
Penutupan itu dilakukan, karena pada waktu pelayanan akan terjadi penumpukan masyarakat yang biasanya melebihi dari 10 orang. Sehingga dalam penerapan PSBB, pihaknya harus menutup pelayanan, untuk memastikan upaya pemerintah dalam pemutusan mata rantai covid 19 dapat maksimal.

“Kalau biasa itukan di capil terjadi penumpukan lebih dari 10 orang, dan untuk kita mengatur sosial distancing tidak bisa,” kata dia.
Untuk itu, pelayanan pada dinasnya tidak pernah sepi dari kunjungan masyarakat meski telah diberikan batasan untuk jaga jarak atau physical distancing.

Dan pihaknya harus mengikuti anjuran pemerintah dengan menutup pelayanan, agar penyebaran covid 19 dapat ditekan dan memberikan hasil yang maksimal.

“Memang kita mau memperpendek dan mempersempit dia punya penyebaran, untuk sementara waktu seluruh pelayanan disdukcapil di tutup selama PSBB,” pesan Haurissa. (DHT)

Comment