by

Pengusutan Kasus SMP 8 Leihitu Disorot

Ambon, BKA- Pengusutan kasus dugaan korupsi SMP Negeri 8 Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, kini mendapat sorotan pahit dari kalangan publik Maluku.

Pegiat anti korupsi, Herman Siamiloy, kepada koran ini, mengatakan, sepertinya pengusutan kasus dugaan korupsi SMP Negeri 8 Leihitu sudah tidak ada lagi titik terang.

Kasus ini, kata Siamiloy, ketika di tangani Kejari Ambon dan dialihkan ke Kejari Malteng pun sama. Progres penanganan kasus tidak berjalan.

“Sebagai pegiat anti korupsi, kita juga punya tugas mengevaluasi kinerja pemerintah, dalam hal ini Kejari Ambon dan Kejari Malteng. Bayangkan, kok penyidikan kasus sampai sekarang ini belum ada titik terang. Ini ada apa?” kata Siamiloy, ketika di mintai pendapatanya, Minggu (3/5).

Padahal, sesuai keterangan tim penyidik, kasus tersebut tinggal dilakukan ekspos penetapan tersangka saja. Tapi karena berbenturan dengan SOP Kejaksaan, yakni, kasus yang terjadi di wilayah hukum tertentu, maka harus ditangani di wilayah hukum itu pula, maka kasus dugaan korupsi SMP Negeri 8 Leihitu ini dialihkan penyidikan ke Kejari Malteng.

Namun sampai sekarang, penetapan tersangka belum juga dilakukan. “Ini ada apa, sampai bisa begini. Jaksa jangan main-main, aebab kasus tersebut terjadi di lingkup sekolah. Jaksa harus usut tuntas, biar ada efek jerah bagi orang-orang yang diduga bertanggungjawab dalam kasus ini,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus korupsi dana BOS SMP Negeri 8 Leihitu, awalnya diusut Kejari Ambon dan sudah dinaikan ke tahap penyidikan. Tiba-tiba Kejari Malteng menyurati Kejati Maluku, meminta kasus itu ditangani Kejari Malteng. Alasannya, SMP Negeri 8 Leihitu masuk wilayah hukum Kejari Malteng.

“Biasanya kasus akan diteruskan ke Kejari setempat, karena masuk wilayah hukum mereka,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, saat dihubungi via selulernya, Sabtu (25/4).

Sapulette menjelaskan, koordinasi sudah dilakukan. Diputuskan, penanganan dugaan korupsi SMP Negeri 8 Leihitu menjadi tanggung jawab Kejari Malteng.

Sekedar tahu, tim penyidik Kejari Ambon telah memeriksa puluhan saksi, diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malteng, A.T, serta dua pegawai lainnya berinisial J.U dan O.N, kepala Sekolah dan lima guru honor SMP Negeri 8 Leihitu, serta dua orang supir Toko Nurlia Wayame.

Kasus dugaan korupsi dana BOS tahun anggaran 2012-2017 sebesar Rp 2 milar ini diusut Kejari Ambon sejak awal 2018 lalu. Di tingkat penyidikan, oleh tim Pidsus Kejari Ambon ditemukan indikasi kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.(SAD)

Comment