by

Penuhi Nazar, Jhoni Bersepeda Keliling Indonesia

Setelah Ambon, Tersisa 13 Provinsi

Ambon, BKA- Hampir setahun Jhoni tinggalkan anak dan istri. Berbekal niat demi penuhi nazar, Pria asal kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah ini, nekat berkeliling Indonesia meski dalam suasana pandemi Covid-19. Kota Ambon menjadi Provinsi ke 21 yang Ia kunjungi dengan sepeda buntutnya.

Tidaklah gampang bagi seseorang untuk penuhi nazarnya, meskipun dirasa mustahil untuk dilakukan. Hal inilah yang sementara dijalani Jhoni, pria paruh bayah yang akrab disapa Pak Rotok. Usianya sudah memasuki 59 tahun dan memiliki 4 orang anak dan 1 istri.

Saat itu, bulan Juni 2018, anak ketiganya akan lahir dan harus dioperasi sesar. Jhoni kesulitan mencarikan biaya. Beruntung, ada orang yang tak Ia kenal, mau membayar biaya operasinya anaknya dengan ikhlas. Dari situlah, nazar untuk berkeliling Indonesia dia ucapkan.

Hal tersebut dirasa mustahil, karena Jhoni hanyalah seorang pekerja serabutan yang memilih merantau ke Pekan Baru, Provinsi Kepulauan Riau. Hingga anak ketiganya itu memasuki usia satu tahun, nazar tersebut belum mampu dipenuhi.

Tak lama kemudian, anak ketiganya itu sakit dengan tidak wajar. Ia pun kebingunan dan berpikir, mungkin inilah teguran dari Allah atas nazar yang belum mampu dia penuhi. Dia kemudian bertekad untuk melanjutkan nazarnya berkeliling Indonesia, setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 selesai dilakukan.

Seketika, anaknya pun sehat dan Jhoni mulai mempersiapkan diri untuk berkeliling Indonesia. Jhoni yang saat itu merasa bahagian dan bersyukur, mulai mengajukan kredit ke salah satu perusahan leasing demi cicilan motor. Motor itu, Ia sempat gunakan untuk memulai nazarnya.

Karena terpikir soal tunggakan cicilan motor, Jhoni pun memilih untuk menggunakan sepeda miliknya. Dengan sepeda buntut inilah, perjalanan pertama mulai dilakukan. Tidak terasa, tiga bulan berlalu. Jhoni berhasil mengelilingi pulau Sumatra.

Perjalanan tersebut dia mantapkan, dengan melanjutkan perjalanan mengelilingi Pulau Jawa dengan waktu 21 hari perjalanan. Setelah itu, giliran Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang Ia kunjungi, bermodalkan bantuan yang diberikan masyarakat, pejabat dan lainnya yang ditemui selama perjalanan. Naasnya, Jhoni sempat tertahan beberapa bulan di Kupang (NTT), akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat itu.

Beruntung, Jhoni selalu non reaktif, saat dilakukan rapid test oleh tenaga medis selama suasana pandemi Covid-19. Hingga Ia tiba di kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku.

“Jadi saya start itu mulai dari Riau kampung saya, terus sampai seluruh pulau Sumatera selama hampir tiga bulan perjalanan. Lepas itu saya berpindah ke pulau Jawa selama 21 hari. Kemudian menyeberang ke NTT dan NTB. Sampai di Kupang saya kenal PSBB hingga harus disana selama tiga bulan. Lepas PSBB barulah saya ke Maluku, Ambon yang merupakan Provinsi yang ke 21,” tutur Jhoni, saat mendatangi kantor Harian Berikota Ambon, Jumat (11/9).

Dia mengaku, banyak sekali tantangan yang dihadapi saat melakukan perjalanan keliling Indonesia. Tantangan terbesarnya yaitu, tidak adanya jumlah bekal yang cukup sehingga harus makan seadanya. Bahkan dirasa sangat berat, karena harus menghadapi cuaca yang berubah-ubah dan tak menentu.

Lantaran Ia tidak memiliki kediaman untuk beristirahat ketika turun hujan. Namun ada hikmah dibalik perjalanan sulitnya itu. Jhoni selalu bertemu dengan orang baik di setiap kota yang Ia singgahi. Bahwa keramahan dan kebaikan orang Indonesia sungguh benar adanya, termasuk kota Ambon.

“Kalau bicara soal tantangan tentu saja banyak. Tantangan utama itu mengenai perbekalan yang tidaklah cukup. Apalagi jika saya harus melewati hutan yang tidak ada perumahan warga. Jika sudah begitu, saya biasa makan seadanya. Bahkan aliran air apapun saya jadikan untuk minum. Yang selalu saya syukuri itu, selalu saja saya dipertemukan dengan orang baik. Yang menjadi dewa penolong bagi saya. Saya itu tidak pernah dijahati orang selama perjalanan ini. Bahkan bisa sampai sejauh ini karena adanya bantuan dana dari komunitas dan orang-orang tertentu,” sebut Jhoni.

Selain kota Ambon, ada 13 provinsi yang harus Ia singgahi. Dan daerah terakhir yang akan dikunjungi adalah Kalimantan. Setelah itu, baru menuju Ibukota Jakarta sebagai tempat terakhir. Sekaligus melaporkan hasil perjalanannya berkeliling Indonesia kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Di setiap daerah yang disinggahi, Ia berharap bisa bertemu dengan orang dermawan yang pernah menolongnya membiayai operasi anaknya. Untuk menyampaikan terima kasihnya secara langsung. Bahkan Ia berpesan, agar jangan pernah menganggap enteng nazar yang telah diucapkan.

“Jangan menganggap enteng nazar yang telah diucapkan. Jadi ucapkanlah nazar semampunya saja. Harapan saya, semoga saya bisa bertemu dengan orang yang telah membayar operasi anak saya. Jika sudah ketemu maka saya akan berjabat tangan dan berterima kasih kepadanya. Selepas dari Maluku saya akan ke Papua dan Papua Barat. Terakhir dari perjalanan saya yaitu di pulau Kalimantan dan kemudian ke Jakarta untuk bertemu pak presiden kita,” tutup Jhoni. (*)

Comment