by

Penyertaan Modal Panca Karya Dipotong 50 Persen

Ambon, BKA- Dana penyertaan modal yang diajukan Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya ke Pemerintah Provinsi Maluku dalam bentuk rancangan peraturan daerah (Ranperda) sebesar Rp 12 miliar itu, telah mendapat potongan 50 persen.

Dirut PD Panca Karya, Rusdy Ambon, menjelaskan, Dana yang diperuntukkan untuk pembangunan kantor Panca Karya itu telah mendapat pemotongan sebesar 50 persen yang akan digunakan untuk penanganan Covid-19.

“Alokasi dana penyertaan modal untuk PD Pancakarya sebesar Rp12 miliar, dan setelah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk kebutuhan Covid-19, mendapat pemotongan sebesar 50 persen, sehingga tersisa 6 miliar,” ungkap Rusdy, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/5).

Dipaparkan, sejak PD Pancakarya berdiri tahun 1963, belum pernah ada penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Maluku. “Jadi, bagi Panca Karya kalau diberikan Alhamdulillah. Kalau tidak juga tidak ada masalah. Sejak tahun 1963, yang namanya penyertaan modal untuk PD Panca Karya itu belum pernah ada,” tegasnya.

Ia mengaku, penyertaan modal yang diajukan pihaknya tidak diterima dalam bentuk uang, namun dalam bentuk sarana-prasarana yakni pembangunan Kantor PD Panca Karya demi menaikkan performa dari perusahaan pelat merah itu.

“Jadi, penyertaan modal ini dalam bentuk sarana dan prasarana, bukan dalam bentuk uang. Ini untuk kepentingan pembangunan Kantor Panca Karya. Berarti kepentingan Pemerintah Provinsi Maluku,” sebut mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Maluku ini.

Dengan adanya wabah Covid-19, lanjut Rusdy, pihaknya juga mendapat pemotongan anggaran sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi.
“Karena terjadi pemotongan anggaran untuk kebutuhan penanganan Covid-19, pembangunan kantor pun akan kita lakukan secara bertahap.

Kita sesuaikan dengan kondisi. Mengingat saat ini ada Covid-19” imbuhnya.
Dia menambahkan, sejak ditunjuk menjadi Dirut PD Panca Karya oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, pada 20 Mei 2019 lalu, Ia terus menggerakkan perusahaan daerah yang sempat mengalami masa kritis karena terlilit hutang kepada pihak ketiga. Termasuk tidak membayar gaji para karyawannya.

Dan saat ini, PD Panca Karya saat ini semakin menunjukkan performanya yang sehat. Membaiknya manajemen perusahaan yang belum mencukupi 1 tahun ini, membuat pihaknya sudah bisa menyetor dana Rp 1 miliar ke daerah, dan tercatat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dijelaskan, semenjak bertugas, dirinya senantiasa mengacu pada empat rekomendasi dari Bappeda dan Lembaga Penelitian Universitas Pattimura yang perlu diprioritaskan, termasuk perusahaan daerah lainnya.

“Empat prioritas ini harus dilakukan perusahaan daerah untuk bisa menaikkan performa perusahaan, sehingga bisa menyetor target PAD ke daerah,” ujarnya.

Empat hal yang menjadi prioritasnya yakni, seluruh jajaran direksi hingga karyawan harus bisa bekerjasama, serta mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang berlaku. Kemudian sarana-prasarana masih belum memenuhi standar sehingga perlu ada peremajaan seperti gedung kantor. Ketiga adalah pengembangan SDM, dan keempat, perlu ada inovasi dan ekspansi bisnis.

“Keempat hal ini sementara saya buat. Seluruh karyawan harus disiplin dan mengikuti peraturan yang ada. Penguatan kapasitas karyawan juga prioritas, ada uang, ada bimtek untuk meninggkatkan SDM. Kantor ini juga perlu direnovasi karena menyangkut performa perusahaan. Terakhir adalah soal inovasi. Semoga setelah wabah Covid-19 berakhir, akan ada inovasi dari bisnis PD Pancakarya yang akan kita kerjakan nanti,” tutup Rusdy. (BKA-1)

Comment