by

Perawat Positif, 2 Puskesmas di Ambon Ditutup Sementara

Ambon, BKA- Setelah Tim Gugus tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Ambon menutup 3 puskesmas beberapa waktu lalu, yakni puskesmas Rijali, Tawiri dan Hutumuri, kini puskesmas poka dan puskesmas Air Salobar kembali ditutup untuk sementara waktu.

Penutupan dua puskesmas tersebut dikarenakan adanya perawat pada masing-masing puskesmas yang teridentifikasi positif covid 19.

Dengan begitu, langkah penutupan diambil untuk membantu meminimalisir penyebaran virus lebih meluas ke masyarakat, terutama yang berobat ke puskesmas.

Juru Bicara Gustu Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan, dengan adanya hasil swab yang keluar dari BTKLPP, ada 5 perawat yang kembali dinyatakan positif.

Dari 5 perawat tersebut, yakni 3 diantaranya merupakan perawat di puskesmas Rijali, satu orang perawat di puskesmas Air Salobar dan satu orang lainnya merupakan perawat di puskesmas Poka.

“Gustu Covid-19 Kota Ambon menerima data dari BTKLPP, dimana ada penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak lima orang yang merupakan tenaga kesehatan (nakes) dari Kota Ambon,” ungkap Joy saat dihubungi via seluler, Sabtu (30/5)

Menurutnya, dengan adanya perawat yang terkonfirmasi itu, puskesmas tempat para perawat itu bekerja akan ditutup dan dilakukan penyemprotan desinfektan untuk mensterilkan gedung dari virus yang ada.

“Dengan demikian, Pihak Pemerintah Kota lewat Gugus Tugas akan mengambil langkah antisipasi yang sama. Yaitu menutup sementara dua puskesmas, yakni Puskesmas Poka dan Air Salobar untuk kemudian dilakukan penyemprotan desinfektan,” beber dia.

Dikatakan, untuk Puskesmas Rijali sendiri, pelayanannya akan tetap berjalan, mengingat ketiga perawat yang baru saja dinyatakan positif, selama ini telah menjalani isolasi terpusat.

“Sejak kasus terkonfirmasi dua perawat sebelumnya di Puskesmas Rijali, Gustu sudah melakukan penutupan sementara untuk dilakukan sterilisasi. Dan terhadap perawat lainnya yang rapid testnya reaktif, sudah dilakukan isolasi terpusat dan dalam pengawasan Dinas Kesehatan, sambil menunggu hasil Swab Test/PCR. Sehingga dipastikan ketiga perawat yang baru terkonfirmasi, tidak melakukan aktivitas pelayanannya pada Puskesmas Rijali sejak saat itu,” jelasnya.

Joy menghimbau, agar masyarakat tetap setia dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Ambon.

“Semakin bertambah kasus terkonfirmasi dari pihak Nakes sendiri, kami tetap menghimbau kepada masyarakat Ambon untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan. Serta setia dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sesehari, agar terhindar dari Covid-19,” saran dia.

Dia juga meminta kepada masyarakat yang merasa pernah mengunjungi puskesmas-puskesmas dimaksud selama beberapa hari terakhir, atau masyarakat yang merasa memiliki gejala yang menyerupai gejala Covid-19 untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Tentunya, kita tidak ingin menjadi pembawa atau carrier kepada orang-orang yang kita sayangi dirumah. Kita ingin menyudahi ini semua, karena itu pemerintah lewat Gustu berharap kepada masyarakat yang pernah kunjungi puskesmas dimaksud, atau bagi setiap masyarakat yang merasa memiliki gejala menyerupai Covid-19, untuk segera melaporkan diri dan menjalani pemeriksaan kesehatan,” ajak dia.

Menurutnya, Covid-19 bukanlah aib, tetapi merupakan penyakit menular yang bisa dialami siapa saja.

Dan kita tidak perlu mengucilkan para pasien, karena sesungguhnya mereka juga merupakan korban dari penyebaran Virus dimaksud.

Joy berharap, adanya dukungan RT dan RW dalam memfasilitasi masyarakat apabila ingin melaporkan kondisi kesehatan mereka. Atau melaporkan ke gugus tugas, jika ada masyarakat yang mengalami sakit namun enggan berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan. (DHT).

Comment