by

Perizinan di Ambon Turun 5 Persen

Ambon, BKA- Pengurusan perizinan di Kota Ambon yang ditangani oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ambon, mengalami penurunan sebanyak 5 persen di tahun ini. Hal ini akibat pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya physical distancing atau pembatasan jarak.
Kepala DPMPTSP Kota Ambon, Fernanda Louhenapessy mengatakan, awal tahun 2020 hingga saat ini, telah terjadi penurunan pengurusan perizinan hingga 5 persen di Kota Ambon. Hal ini menurutnya, akibat adanya pandemi Covid 19 yang turut melanda Kota Ambon, sehingga mengharuskan adanya pembatasan sosial yang diterapkan diseluruh kantor.
Sehingga untuk memutus penyebaran Covid-19, pihaknya hanya melakukan pelayanan selama beberapa jam terkait pengurusan perizinan, mulai pukul 10.00-14.00 WIT.
“Kurang lebih 5 persen itu penurunan. Karena dari ijin baru maupun perpanjang itu dipengaruhi oleh kita pembatasan waktu dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang,” terang Fernanda, kepada wartawan di Balai Kota, Senin (11/5).
Tak hanya itu, bahkan masyarakat yang melakukan pengurusan izin baru atau memasukan berkas, diperbolehkan hanya pada jam tersebut. Setelah itu tidak lagi dilayani. Maka itu, animo masyarakat yang ingin melakukan pengurusan perizinan sedikit menurun karena pembatasan jam yang diberlakukan.
“Kalau pengambilan bisa sampai jam 2 siang, tapi kalau masuk baru itu cuma batas jam 12. Jadi karena pembatasan waktu banyak, masyarakat yang datang jadi sedikit,” tuturnya.

Dikatakan, pihaknya melakukan pelayanan dari luar kantor, dengan menyiapkan sejumlah kursi bagi para pengunjung. Sehingga terkadang, ada pengunjung yang memilih pulang karena kursi yang ada penuh, dan memilih kembali esok harinya. Secara otomatis, mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang untuk melakukan pengurusan perizinan.
“Kita hanya layani di luar, karena pakai nomor antri. Dan masyarakat tidak diizinkan masuk ke dalam,” sebutnya.
Untuk penurunan perizinan, lanjut Fernanda, lebih besar berdampak pada sektor perdagangan. Mengingat sektor perdagangan di Kota Ambon menjadi tidak terlalu berkembang pesat dengan adanya larangan berkerumun.
Akan tetapi, semua sektor juga mengalami penurunan akibat adanya pandemi Covid 19. Seperti jasa pariwisata, karena saat ini banyak masyarakat tidak lagi mengunjungi tempat wisata di Kota Ambon.
“Itu terjadi penurunan dari semua sektor, baik perdagangan maupun transportasi, dengan jasa pariwisata dan lainnya. Karena dengan adanya pembatasan, jasa pariwisata juga berkurang,” tambahnya.
Menurutnya, banyak perusahaan juga yang tidak memperpanjang perizinannya, dikarenakan adanya masalah internal yang diakibatkan oleh wabah Corona saat ini.
“Banyak perusahaan juga yang memang kita tidak pungkiri, karena itu masalah perusahaan mereka memang ada yang tidak bisa melanjutkan izin. Mereka mungkin setelah Corona baru dilanjutkan,” tutup dia. (DHT)

Comment