by

Perketat Pintu Masuk, Penting Turunkan Zona

Ambon, BKA- Aktivitas masyarakat yang diperketat untuk akses keluar masuk kota Ambon, terus dikontrol oleh Pemerintah Kota Ambon. Hal ini dirasa penting guna menurunkan zona penyebaran Covid-19 di kota bertajuk Manise ini.

Saat ini di Kota Ambon sendiri sudah memasuki zona orange untuk penyebaran covid-19 dari sebelumnya yang ditetapkan sebagai zona merah. Dengan begitu, pengontrolan akses keluar masuk bagi masyarakat dari kota Ambon maupun dari luar kota, harus diperketat dan hanya diberikan izin jika ada keperluan mendesak saja.

“Penanganan Covid-19 di Kota Ambon sudah dianggap sangat baik, terbukti dengan menurunnya status Kota Ambon dari zona merah ke zona orange. Kami akan terus berupaya untuk menurunkan status tersebut ke zona yang lebih aman. Salah satu cara adalah mengontrol betul para pelaku perjalanan yang ingin masuk maupun keluar Ambon,” ungkap Jubir Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Ambon, Joy Adriaansz, kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (15/7).

Menurutnya, sejak diberlakukannya PKM, PSBB tahap 1 hingga PSBB tahap 2, saat ini banyak masyarakat yang masuk maupun keluar dari Kota Ambon dengan melakukan pengurusan Surat Keterangan Keluar Masuk di Pemerintah Kota.

Namun pihaknya tetap mengontrol dengan mengabulkan permohonan dari masyarakat saat ada kepentingan mendesak saja. Dan kepentingan yang tidak mendesak pihaknya akan langsung menolak surat permohonan untuk keluar maupun masuk ke dalam kota Ambon.

“Ada alasan untuk kerja, pulang kampung, keluarga, study, sales, pribadi, nikah, berobat, usaha dan lainnya. Alasan-alasan tersebut yang kemudian menjadi pertimbangan bagi tim verifikator untuk mengambil keputusan, disetujui ataukah tidak,” tegasnya.

Dia berharap, masyarakat dapat mengerti dan hanya berpergian ke luar kota jika memiliki alasan yang lebih penting. Sementara untuk keperluan yang tidak terlalu mendesak, sebaiknya tinggal saja di rumah selama PSBB.
Ia juga meminta pengertian baik dari masyarakat terhadap langkah penolakan yang diambil. Hal itu dikarenakan, Pemerintah Kota Ambon tengah melakukan pembatasan aktivitas masyarakat untuk mencegah penularan atau munculnya kluster baru dari Covid 19. Salah satunya dengan mengontrol secara ketat perjalanan keluar masuk di Kota Ambon.
Dijelaskan, persyaratan dalam pengurusan SKKM Ambon antara lain e-KTP, Surat Keterangan Tes Cepat Non Reaktif yang dikeluarkan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang terakreditasi. Kemudian surat tugas untuk perjalanan yang bersifat kedinasan, serta alasan untuk melakukan perjalanan.

“Selain hasil tes cepat non reaktif, alasan perjalanan merupakan poin penting dalam permohonan SKKM. Dan hingga kini tidak sedikit perjalanan yang terpaksa ditunda, dikarenakan alasan yang tidak terlalu mendesak,” sebutnya.

Joy menambahkan, untuk akumulasi data hingga selasa kemarin sebanyak 9.183 SKKM yang diurus oleh pihaknya. (DHT).

Comment