by

Perlu Kerjasama Bantu Mahasiswa Kuliah Daring

Ambon, BKA- Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), J. Kuelju, mengatakan, perlu ada kerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan Daring atau online.

Hal itu diperlukan untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan mahasiswa. Jika pihak kampus berinisiatif untuk membantu mahasiswa, maka anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Sehingga salah satu cara untuk menyiasati itu, diperlukan kerja sama antara pihak kampus dengan pihak lain.

“Jadi kerjasama yang diakukan dengan pihak Telkomsel beberapa waktu lalu, itu dalam rangka memberikan kemudahan lewat hadirnya aplikasi baru dari Telkomsel, yaitu, CloudX. CloudX yang digunakan itu untuk memfasilitasi proses belajar mengajar semester ganjil tahun ajaran 2020/2021, serta pelaksanaan pengenalan kampus terhadap mahasiswa baru (Maba) beberapa waktu lalu,” ujar Kuelju, Rabu (17/9).

Ia mengaku, pasca pertama kali menggunakan aplikasi tersebut pada PKK Maba, memang ada sejumlah kendala yang dihadapi. Misalnya, ada Maba yang tidak bisa mengakses aplikasi itu, karena harus pada Hp dengan versi tertentu.

Terkait hal tersebut, katanya, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak IT kampus untuk mengatasinya. Namun, tetap saja mengalami kendala, karena berkaitan dengan versi pada Hp masing-masing mahasiswa. Bukan saja pada saat PKK Maba.

Kendala itu pun dirasakan mahasiswa saat proses kuliah. Banyak mahasiswa yang kompalin, karena untuk menggunakan aplikasi tersebut, perlu Hp yang sesuai. Tidak hanya itu, saat menggunakannya juga tidak efektif.

“Memang itu yang dilalui oleh mahasiswa. Tapi sebenarnya kan, bukan hanya cloudX saja. Ada classroom yang bisa digunakan. Karena selain aplikasi, kita juga bantu mahasiswa pulsa data. Jadi bisa gunakan untuk aplikasi lain. Mungkin dalam kuliah ada kendala, tapi sebenarnya itu bisa diatasi bersama dosen untuk gunakan aplikasi saja. kerjsasama yang kita lakukan sangat membantu. Karena tidak butuh data pulsa yang banyak. Juga future banyak yang dinilai membantu mahasiswa maupun para dosen. Aplikasi itu bukan harus semua mahasiswa gunakan, karena ada juga classroom dan zoom. Intinya, kita juga inginkan yang terbaik dari setiap kerjasama,” paparnya.

Dirinya meminta kepada mahasiswa, jika menemukan kendala dalam menggunakan aplikasi CloudX, langsung melaporkan kepada dosen untuk beralih ke aplikasi belajar lain. Namun sepanjang itu memberikan manfaat dan kemudahan, silahkan untuk tetap menggunakannya. Sebab, aplikasi tersebut tidak membantu mahasiswa lewat pulsa data.

“Jadi tergantung mahasiswa, karena mereka yang gunakan. Kalau memang merasa terkendala, bisa sampaikan kepada dosen untuk gunakan classroom, supaya tidak menjadi dampak dalam proses kuliah nanti. Kelebihan dari aplikasi CloudX ini adalah, biaya pulsa datanya murah. Itu sebabnya, kita kerjasama supaya bantu mahasiswa. Karena kuliah Daring butuh biaya pulsa data yang besar,” tandas Kuelju. (LAM)

Comment