by

Perlu Memacu Partisipasi Siswa Selama BDR

Ambon, BKA- Partisipasi siswa dalam proses Belajar Dari Rumah (BDR) harus terus dipacu. Caranya, perlu ada pola pembelajaran yang menarik yang disiapkan bagi mereka.

Kepala SD Yakobus, Paternus Refwalu, mengatakan, kejenuhan yang dialami oleh siswa selama proses BDR mulai diterapkan pada Maret lalu, lebih disebabkan karena mereka merasa kesulitan dalam memahami suatu materi pelajaran.

Materi pembelajaran harus dibuat sedemikian rupa, terangnya, agar dapat memudahkan siswa memahami setiap materi pelajaran yang diberikan. Kalau sudah demikian, pasti siswa akan tertarik untuk belajar karena merasa mampu di materi pelajaran itu.

Kalau siswa merasa mampu disuatu materi pelajaran, lanjutnya, maka itu akan mendorong siswa untuk semangat belajar. Orangtua siswa pun akan merasa bangga. Dengan demikian, partisipasi siswa untuk belajar di rumah juga akan semakin tinggi.

“Sekarang memang kita sementara upayakan untuk lakukannya. Karena itu, saya selalu sampaikan kepada guru, dalam proses belajar mengajar, jangan kita targetkan materi, tapi bagaimana partisipasi siswa. Diharapkan bahwa pemahaman siswa dan guru itu singkron. Jangan sampai kita memaksakan orangtua yang ujungnya mereka jenuh, kemudian mengeluh,” ujar Refwalu, Senin (24/8).

Untuk itu, dirinya berharap, kebijakan penyederhanaan materi pada kurikulum darurat yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, dikembalikan sepenuhnya kepada sekolah untuk menentukan. Sehingga sekolah dapat melakukan penyesuaian dengan kemampuan dan kebutuhan siswa.

“Karena kalau sekolah swasta seperti kita ini, dua tuan. Jadi dalam berbagai pengambilan keputusan harus disesuaikan dulu. Memang kurikulum darurat yang diterbitkan Kemendikbud itu dikembalikan kepada masing-masing sekolah. Tapi kita tidak tahu, jangan sampai adakan pemerataan materi. Untuk itu, kita mintakan untuk pemilihan materinya dilakukan oleh sekolah. Ini sekaligus untuk menjawab program merdeka belajar. Yang penting, jangan keluar dari peraturan pemerintah lewat kurikulum darurat ini,” pintanya.

Kalau hal itu dilakukan, maka kurikulum darurat akan sangat membantu sekolah, dalam upaya meningkatkan partisipasi belajar siswa dari rumah.
“Jadi, memang kita akan tetap melaksanakan tugas dengan maksimal. Tapi itu tidak untuk menargetkan materi yang disampaikan tuntas. Melainkan untuk memicu semua anak-anak dapat mengikuti proses belajar di saat ini,” pungkas Refwalu. (LAM)

Comment