by

Persiapan PKM, Walikota Pimpin Apel Gabungan

Ambon, BKA- Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sesuai Perwaturan Walikota (Perwali) nomor 16 tahun 2020, hari ini diberlakukan selama 14 hari. Seluruh tim yang terlibat disiapkan untuk lakukan apel gabungan, yang dipimpin langsung oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Dalam arahannya, Louhenapessy mengatakan, dengan dilaksanakannya apel gabungan tersebut akan menyatukan persepsi saat pelaksanaan PKM sesuai dengan Perwali nomor 16 tahun 2020. Dimana saat pelaksanaan PKM tersebut, akan ada 8 titik pemeriksaan baik melalui darat maupun laut dan udara.

Saat pelaksaan PKM, kata dia, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kota Ambon harus melaksanakan langkah persuasif dalam menegakkan Perwali tentang Pembatasan Kegiatan Orang, Aktivitas Usaha dan Moda Transportasi dalam Penanganan Covid 19.

“Untuk jalur darat, ada tiga titik pemeriksaan yaitu Jalur Passo, Hunuth dan Laha. Sementara untuk jalur laut dan udara juga akan mendapat perhatian dan pengawalan,” tegas Louhenapessy, saat apel gabungan yang berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka, Ambon, Minggu (7/6).

Hal utama dalam pengawasan terhadap pelaksanaan Perwali, yakni mencegah dan mengatur arus masuk orang ke Kota Ambon. Sehingga Dia mengingatkan, tim gabungan saat pelaksanaan tugas di lapangan untuk tetap menggunakan langkah-langkah persuasif saat berhadapan dengan masyarakat.

“Secara psikologis, saat ini masyarakat kita semakin jenuh karena diminta untuk tetap dirumah, bekerja dirumah dan belajar dirumah. Maka itu, saat melaksanakan fungsi pengawasan di lapangan gunakan pendekatan persuasif, beri penjelasan secara baik kepada masyarakat,” pesannya.

Untuk pelaksanaan pengawasan, akan dilaksanakan pada pukul 5.30 WIT hingga 21.00 WIT. Dan seluruhnya akan diatur secara teknis oleh tim yang telah disiapkan.

Tak hanya itu, lanjutnya, Pemerintah Kota juga akan menyiapkan masker untuk dibagikan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker dilokasi pemeriksaan. Dan ketika ada masyarakat yang kedapatan memiliki suhu tubuh diatas suhu normal melalui pemeriksaan, akan langsung dikembalikan ke lokasi asal dan tidak diizinkan masuk ke Kota Ambon.

“Jika ditemukan ada masyarakat dengan suhu tubuh diatas normal, maka akan diatur untuk dikembalikan ke tempat asal,” tukasnya. (DHT)

Comment