by

PH Siapkan Nota Pledoi Terdakwa Narkoba

Ambon, BKA- Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Peni Tupan saat ini, lagi menyaipkan nota pledoi terdakwa Ilham Fauzi Marasabessy (29), yang diancam JPU dengan penjara selama tujuh tahun dalam persidangan, Kamis (2/7) kemarin.

PH terdakwa, Peny Tupan ketika dihubungi melalui selulernya, Minggu (5/7), mengatakan, nota pledoi dari terdakwa sudah disiapkan PH, tinggal saja disampaikan dalam persidangan lanjutan pada pekan ini.

“Nota pledoi kita sudah siapkan, karena belum dibacakan jadi tidak bisa kita sampaikan ke media dulu,” ujar Tupan melalui sambungan selulernya.

Kata dia, poin-poin penting yang disiapkan dalam nota pledoi termasuk meminta majelis hakim, agar memvonis ringan terdakwa, sebab ancaman JPU dianggap terlalu berat.

“Ada satu poin itu yang kita minta agar majelis meringankan hukuman klien kami, karena memang ancaman JPU dianggap terlalu berat,” tandas Tupan.

Sebelumnya, Ilham Fauzi Marasabessy (29) diancam tujuh tahun penjara oleh JPU Kejati Maluku, dalam persidangan, Kamis (2/7).

Selain pidana badan, pemuda yang bermukim di Gang Ponegoro, Kelurahan Urimesing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini dibebankan membayar denda sebesar Rp. 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

“Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ucap JPU, Saryani dalam berkas tuntutannya yang dibacakan dalam persidangan yang dipimpin Philip Panggalila selaku hakim ketua, didampingi Hamzah Kailul dan Lucky Rombot Kalalo selaku hakim anggota sementara terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Penny Tupan.

Didalam amar tuntutan terdakwa,JPU menyebut, Pemuda yang bertempat tinggal di Gang Ponegoro Kelurahan Urimesing itu tertangkap pada hari Rabu tanggal 05 Februari 2020 sekitar pukul 19.30 di sebuah kos-kosan daerah Ponegoro Kelurahan Urimesing Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Penangkapannya bermula saat Surya Gunwan Maryani (terdakwa dalam berkas terpisah) diinterogasi oleh petugas polisi dari Ditresnarkoba Polda Maluku. Surya mengakui mendapat sabu-sabu dari terdakwa. Surya pun memberitahukan tempat tinggal terdakwa kepada petugas.

Mendengar informasi tersebut, petugas kemudian mendatangi tempat tinggal terdakwa. Disana, mereka menemukan dua paket sabu-sabu yang disimpan dalam plastik klem bening dan dibungkus dengan tisu.

Saat diinterogasi, terdakwa mengakui mendapatkan barang tersebut dari Sarifudin Marasabessy alias Udin (DPO). Terdakwa membelinya dengan harga Rp. 2.000.000. (SAD)

Comment