by

PH Siapkan Pledoi Dua Pembunuh

Ambon, BKA- Merasa ancaman yang dijatuhi Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlalu berat, penasehat hukum terdakwa kini menyiapkan materi pledoi Dua terdakwa kasus pembunuhan di Dusun Toisapu, Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.

Dua terdakwa ini masing-masing Yeheskiel Leiwakabessy alias Ekel (19) dan Steven Lewa­ka­bessy (31).

“Prinsipnya kita lagi siapkan materi pledoi untuk persidangan nanti, dalam materi itu kami tetap minta supaya majelis hakim ringankan hukuman kedua terdakwa,” ungkap penasehat hukum kedua terdakwa, Peny Tupan kepada Berita Kota Ambon, Selasa (12/5).

Kata dia, terkait hukuman yang diacam JPU terhadap dua terdakwa, Jaksa minta agar keduanya dituntut 12 tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (8/5), kemarin.

“Tuntutan Jaksa itu keduanya diancam 12 Tahun penjara, sehingga melalui materi pledoi, kita tetap minta keringanan hukuman. Dan semua alasan atau pertimbangan hukum lain sudah disiapkan dalam nota pledoi, tinggal saja dibacakan dalam persidangan nanti,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Lucky Rombot Kalalo, didampingi Hamzah Kailul dan Philips Pangalila selaku hakim anggota itu, jaksa menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Peristiwa tragis yang dilakukan dua terdakwa yang adalah kakak beradik itu terjadi pada Kamis 13 Juni 2019 sekitar pukul 02.30 WIT di depan kios Eliza Pattiapon di Dusun Toisapu, Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Saat itu, masyarakat sedang mengadakan pesta.

Awalnya, terdakwa Steven datang ke lokasi pesta pukul 02.00 WIT di Dusun Toisapu untuk mencari adiknya, yakni terdakwa Yeiheskiel. Ia hendak memanggil adiknya untuk pulang karena keesokan harinya, adiknya harus bekerja. Yeiheskiel adalah seorang pegawai toko.

Saat Yeiheskiel keluar, acara pesta tersebut telah usai. Saat itu, ada pertengkaran antara korban dan seorang pemuda yang tinggal di daerah Passo. Steven dan Yeiheskiel lalu menghampiri dengan niat melerai pertengkaran tersebut.

Mereka melihat korban terlibat percekcokan dengan saksi Rampi. Steven lalu melerai pertengkaran antara korban dan saksi Rampi. Terdakwa Steven sempat menampar saksi Rampi dan sementara itu terdakwa Yeiheskiel melerai korban dan teman-temannya.

Steven melihat korban dan temannya mengeroyok terdakwa Yeiheskiel sehingga terdakwa Steven lalu berteriak, mengatakan mengapa mereka menganiaya adiknya (terdakwa Yeiheskiel), sembari berlari ke terdakwa Steven yang sementara dikeroyok oleh korban dan teman-temannya.

Karena Steven sudah merasa kesakitan, ia mengeluarkan pisau lalu menusuk korban satu kali pada perut korban. Korban masih terus memukul terdakwa Steven sehingga ia menusuk lagi beberapa kali.

Steven lalu berlari dan bertemu Yeiheskiel, terdakwa Yeiheskiel lalu menusuk korban ke arah dada kanan korban sehingga korban terjatuh. Mereka berdua lalu meninggalkan tempat kejadian menuju Desa Halong untuk melarikan diri ke Desa Kamariang.

Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dengan mengalami luka lecet di jari jempol kiri akibat kekerasan tumpul, luka pada jari kedua dan jari ketiga kanan akibat kekerasan tumpul. Juga luka tusuk di punggung tangan kiri akibat kekerasan benda tajam, luka tusuk di dada kanan menembus rongga dada sehingga menimbulkan pendarahan hebat. (SAD)

Comment