by

PJJ Berlanjut, Sekolah Butuh Bantuan Orangtua

Ambon, BKA- Memasuki tahun ajaran 2020/2021, sekolah membutuhkan bantuan orangtua untuk memantau dan membimbing dalam belajar, karena pada tahun ajaran ini, pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih akan dilakukan, baik secara Daring maupun Luring.

Kepala SD Negeri 96 Ambon, J. Sialana, mengatakan, jika penerapan PJJ hanya berfokus pada guru, tanpa adanya partisipasi orangtua siswa, maka bisa dipastikan proses pembelajaran akan terhambat.

Sialana mengakui, PJJ yang dilakukan beberapa waktu lalu memiliki kendala. Bukan hanya karena keterbatasan fasilitas siswa, tapi juga faktor geografis yang sulit dijangkau oleh para guru dalam pembelajaran secara Luring.

“Memang kita di kota, tapi lingkungan kita berbeda-beda. Kalau di SD Negeri 96 ini kan medannya sulit kalau dilakukan PJJ secara luring atau offline. Karena itu, sebelum PJJ ini kita kembali lakukan, kita perlu ada kerja sama dengan orangtua. Kalau tidak, maka sulit untuk kita maksimalkan PJJ ini,” ungkap Sialana, Rabu (22/7).

Menurutnya, pada PJJ yang dilakukan akhir tahun ajaran lalu, para guru selalu mendatangi rumah siswa untuk memberikan materi pelajaran, sekaligus melakukan pendampingan. Namun belum dipastikan pola tersebut digunakan pada PJJ di tahun ajaran baru ini, mengingat ada berbagai pertimbangan. Salah satunya, karena letak geografis yang sulit.

“Kan belum bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka, karena masih ada penyebaran virus. Jadi kalau untuk tatap muka, itu sekolah belum berani mangambil langka. Tapi kalau secara Daring, sudah pasti bisa dilakukan. Yang jadi kendala kita, kalau secara Luring. Kita punya letak geografis berbeda. Tahun kemarin itu, guru datang ke rumah siswa, tapi untuk tahun ini, berat medannya. Karena itu, kita sangat butuh bantuan orangtua untuk PJJ kedepan ini,” pungkasnya.(LAM)

Comment