by

PJJ Kembali Diterapkan, Oraangtua Mengeluh

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 2 Latuhalat, C. Slingkery, mengungkapkan, banyak orangtua siswa yang mengeluh lantaran pemerintah akan kembali menerapkan pola Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) pada tahun ajaran baru 2020/2021 nanti.

Pola PJJ yang diterapkan secara Daring maupun Luring oleh pemerintah di masa pandemi Covid-19, kata Slingkery, dirasakan cukup memberatkan bagi orangtua.

siswa SMP lelingluan KKT

Untuk itu, terangnya, para orangtua meminta bantuan para guru untuk melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap siswa selama penerapan pola PJJ tersebut.

“Bahkan mereka minta, kalau bisa belajar di sekolah. Jangan lagi di rumah. Karena itu, guru-guru sudah ada kesepakatan bersama orangtua untuk merubah teknis pola pembelajaran di rumah. Yang mana, nantinya kita akan bagi dalam kelompok. Jadi selain belajar online, kita lakukan secara tatap muka langsung pada lokasi-lokasi yang nanti ditentukan. Ini kita lakukan, supaya bisa membantu orangtua. Karena kalau tidak, ini akan berdampak bagi siswa selama belajar di rumah,” ujar Slingkery, Selasa (14/7).

Komitmen bersama antara guru dan orangtua dibuat, katanya, bukan berarti sekolah tidak mengindahkan kebijakan pemerintah untuk belajar jarak jauh. Tapi ini dibuat untuk kepentingan anak-anak, sehingga kebijakan itu harus diambil.

Meskipun proses belajar dilakukan secara tatap muka, namun Slingkery memastikan kalau semua proses belajar tersebut dilakukan sesuai dengan protokoler kesehatan.

“Jadi proses belajar tatap muka secara langsung memang akan kita lakukan, tapi dalam kelompok-kelompok kecil. Hanya sekitar 5 siswa pada satu kelompok. Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus. Sebab kalau kalau kita bertahan dengan pola yang lama, maka pasti akan berdampak bagi sekolah sendiri. Sehingga kita harus carikan pola yang baru, supaya anak-anak ini tetap belajar dengan baik, tanpa ada keluhan dari orang tua,” pungkasnya. (LAM)

Comment