by

PLN Ajak Pelanggan Baca Meter Mandiri

Ambon, BKA- Selama pandemi Covid-19 dan penerapan physical distancing, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengajak masyarakat selaku pelanggan penguna listrik untuk membaca angka meter secara mandiri. Perusahaan pelat merah ini menyediakan layanan khusus melalui aplikasi whatsapp secara terpusat.

”Ini bagian dari physical distancing yang kita lakukan untuk mengurangi interakasi langsung antara petugas dengan pelanggan. Sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona,” ungkap Manager Komunikasi PT PLN UIW M2U, Ramli Malawat, kepada awak media, Rabu (26/6).

Tak hanya itu, PLN juga akan memastikan petugas pencatat meter untuk turun langsung melakukan pencatatan angka meter secara langsung ke rumah para pelanggan pascabayar. Menurut Malawat, pencatatan digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik pada rekening bulan Juli nanti. Yakni dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan. Bahkan demi kenyamanan pelanggan, PLN juga menyiapkan layanan lapor stand meter mandiri (baca meter mandiri) melalui aplikasi Whatsapp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123.

“Jadi nanti setiap pelanggang bisa dapat melapor secara mandiri dengan batas waktu tanggal 24 sampai 27 setiap bulannya. Pelaporan mandiri pelanggan, sehingga laporan angka stand kwh yang valid akan dijadikan sebagai dasar perhitungan rekening listrik,” terangnya.

Dengan kata lain, pelanggan setelah mencatat angka stand kwh meter dapat mengirim langsung lewat aplikasi WA PLN 123 dengan nomor 08122123123 dan setelah dinyatakan valid, PLN akan menggunakan sebagai acuan dasar perhitungan pembayaran rekening.

Hal itu dilakukan jika petugas catat meter tidak dapat mengunjungi rumah pelanggan dan tidak bisa mendapat angka stand kWh mater, maka pelanggan bisa melapor secara mandiri melalui akun WA. Sebagai alternative, PLN akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik.

“Implikasinya akan ada penyesuaian tagihan rekening listrik ketika nantinya petugas PLN berhasil melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan tersebut,” jelasnya.

Itu juga dilakukan, lanjut Malawat, karena tidak menutup kemungkinan potensi pelanggan tidak terbaca masih ada. Karena ada wilayah yang ditutup karena protokol Covid-19 atau rumah terkunci maupun kosong, sehingga petugas PLN tidak bisa melakukan pencatatan.

Selain itu, untuk pembayaran listrik atau pembelian token, PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan atau pembelian token listrik.
“Selama Kota Ambon berlakukan PSBB, PLN tetap memastikan pelayanan kelistrikan tetap berjalan,” tukasnya.

Diakuinya, pelayanan itu dilakukan sesuai dengan Prewali nomor 18 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB. Yakni pada pasal 14 dijelaskan bahwa kantor atau instalasi terkait utilitas kelistrikan, pembangkit ataupun tranmisi tetap dapat beroperasi.

“PLN juga menghimbau agar pelanggan dapat memanfaatkan layanan Contact Center PLN 123 melalui berbagai channel seperti telepon (0911) 123, Facebook PLN 123, Instagram @pln123_official. Guna mendukung kelancaran pelaksanaan PSBB di Kota Ambon untuk menekan penyebaran Covid-19,” imbaunya.

Ia menambahkan, untuk pembayaran listrik, pelanggang dapat melakukan dimana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN. Bisa melalui PT Pos, ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya.

“Pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui Contact Center PLN 123 atau Aplikasi PLN Mobile. Baik untuk layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan,” tutup Malawat. (RHM)

Comment