by

Polisi Akan Tindak Tegas Penganiaya Dua Warga Aru

Ambon, BKA- Personel Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, akan menindak tegas oknum penganiaya dua warga Aru, Kapsu Akasia (20) dan Semuel Labok (22), yang diduga dilakukan sekelompok warga kawasan Skip, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Hal ini perlu disikapi dengan sebaik mungkin menyusul insiden saling lempar antara penghuni Mess Jargaria Milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dengan dengan pemuda Skip, Minggu (9/8) malam.

Sumber kepolisian di Mapolsek Sirimau yang dihubungi Beritakota Ambon mengatakan, peristiwa ini sempat membuat tegang, karena terjadi aksi saling lempar antara para pemuda yang tinggal di dalam mess dengan pemuda Skip. Bahkan membuat sebagian kaca mess itu pecah.

“Kita tetap tindak tegas para pelaku-pelaku yang melakukan tindakan tak terpuji ini. Dan saat ini, kondisi mulai aman terkendali di TKP,” jelas sumber petugas polisi yang menolak namanya dikorankan, Senin (10/8).

Kapolsek Sirimau, AKP Mustafa Kamal, mengatakan, aksi saling lempar batu dan terdapat korban dua orang warga Aru yang tinggal di Mess Jargaria tersebut, sudah berhasil diredahkan pihak Kepolisian gabungan Polda Maluku.

Hanya saja, menurut informasi yang diterima dari pihak korban, insiden ini tidak sempat dibuat laporan polisi. Padahal pihaknya sudah menyarankan kepada pihak korban untuk membuat laporan polisi.

“Jadi tadi mereka (para korban) datang ke Polsek, dan saya arahkan agar ke Polresta saja untuk buat laporan. Kemudian, waktu sampai disana, ternyata mereka tidak mau lagi membuat laporan polisi. Padahal kita pihak keamanan juga ingin untuk pelaku tersebut harus diproses hukum,” jelasnya.

Soal motif insiden baku lempar tersebut, Polisi dengan tiga balok emas di pundak itu mengaku, hal ini dipicu lantaran minuman keras (miras). “Awalnya warga di lokasi itu tidak suka dengan para pemuda di dalam Mess, karena mereka sering mengkonsumsi miras. Makanya warga yang tidak puas, lalu melempari Mess tersebut. Jika hal ini terjadi lagi, maka sudah tentu kita akan tindak tegas pelaku-pelaku itu,” singkatnya.

Data yang di himpun di Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease menyebutkan,
penyerangan itu berawal dari teguran sekelompok pemuda yang diduga berasal dari kawasan Skip, kepada para pemuda di Mess Jargaria, lantaran sering mengkonsumsi minuman keras serta berteriak. Sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Berdasarkan keterangan saksi yang juga korban, Kapsu Akasia, bahwa pada Minggu (9/8) dini hari, datang sekelompok pemuda di depan mess dan langsung menegur salah satu korban. Dalam teguran itu, mereka memperingatkan para penghuni agar tidak ribut depan kompleks saat mabuk.

Korban kemudian berusaha untuk berdamai dengan kelompok pemuda tersebut dengan cara merangkul salah satu dari mereka. Namun korban justru dipukuli salah satu pemuda.

“Saat ditegur, korban mencoba merangkul orang yang menegur, dengan tujuan untuk bisa damai. Namun korban tiba-tiba dipukul oleh salah satu pemuda dari kelompok itu,” jelas sumber yang menolak namanya dipublis.

Setelah itu, korban langsung menyelamatkan diri dengan masuk kedalam mess. Namun kelompok pemuda ini kemudian melempari mess dengan batu, sehingga mengenai belakang kepala korban. Hal itu membuat rekan-rekan korban yang berada didalam mess secara spontan keluar, sehingga terjadi saling baku lempar.

Beruntung aksi tersebut bisa diatasi setelah Kepolisian dari Polda Maluku tiba di TKP dan membubarkan pemuda asal Skip, serta mengamankan salah satu pemuda yang diduga melakukan pelemparan.

Tak sampai disitu, pertikaian berlanjut sore harinya. Salah satu penghuni mess, Samuel Labok, mencoba mencari tahu pelaku pemukulan terhadap korban Kapsu Aksia. Dia bertanya kepada dua orang pemuda yang berprofesi sebagai tukang ojek, yang sementara menunggu penumpang di depan mess tersebut.

Hanya saja kata-kata Samuel saat bertanya, membuat kedua pemuda itu tersinggung. Sehingga terjadi pemukulan terhadap Samuel. “Setelah bertanya, saksi ini sempat mengeluarkan kata-kata, bahwa jika ketemu pelaku, sampaikan untuk datang dan berkelahi dengan dirinya. Hal itu membuat pemuda disitu tersinggung dan memukuli korban. Korban sempat akan membalas, tapi salah satu pemuda mengeluarkan sebilah pisau, sehingga korban menyelamatkan diri ke dalam mess,” katanya.

Berselang beberapa menit, datang sekelompok pemuda Skip yang diperkirakan berjumlah 15 orang dan melempari wisma Jagaria. Hal tersebut membuat aksi saling lempar kembali terjadi.

Sekitar Pukul 18.50 WIT, kepolisian dari Polda Maluku kembali mendatangi TKP dan langsung membubarkan kedua belah pihak. Akibat dari aksi tersebut, dua orang penghuni mess, yakni, Kapsu Akasia dan Samuel Labok mengalami luka akibat pukulan dan lemparan batu.(SAD).

Comment