by

Polisi Rampung Berkas Pelaku Pembunuhan

Ambon, BKA- Penyidik reskrim Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, mulai merampungkan berkas perkara empat tersangka yang melakukan penganiayaan bersama mengakibatkan korban Amos Batuwael (39), meninggal dunia di Hutan Gonzalo, Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Rabu (8/7) sekitar pukul 11.30 WIT lalu.

Sumber di Polsek Sirimau mengatakan, berkas perkara empat tersangka saat ini sedang dirampungkan penyidik. Mengingat, pemeriksaan sejumlah saksi-saksi sudah selesai dilakukan.

”Penyidik sedang rampungkan berkas perkara ini, karena beberapa hari lalu dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, dan dipastikan berkas perkara ini sudahrampung,” jelas sumber itu Minggu kemarin.

Dengan perampungkan berkas, maka, lanjut dia, berkas empat tersangka ini akan diserahkan ke JPU untuk diteliti.

”Prosedurnya kan begitu, nanti penyidik serahkan ke JPU dulu untuk teliti atau tahap I, setelah itu baru kita lihat perkembangannya lagi,” jelas sumber itu menolak namanya di korankan.

Kapolsek Sirimau IPTU, Egidio Sumilat kepada Wartawan, Jumat (10/7), menjelaskan, kasus penganiayaan yang mengakibatkan warga Ahuru itu tewas, bermula pada, Rabu, 8 Juli lalu, saat itu para tersangka melihat korban sedang memasang jeratan untuk ayam.

Melihat korban yang diduga mencuri ayam, pelaku JS, langsung memukul korban disusul empat tersangka lainnya. Selain memakai kepalan tangan, para tersangka juga mengunakan benda tumpul sebagai alat untuk menghajar korban. Setelah itu mereka langsung kabur.

“Jadi korban ini diduga mau mencuri ayam. Karena pada bulan Mei 2020, pelaku JS pernah melihat korban ini pegang ayam dan melepaskannya kembali,” tutur Kapolsek.

Perwira dengan dua balok emas di pundak itu mengungkapkan, Jenazah korban ditemukan seorang warga Kopertis pada Rabu siang, kemudian mereka membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kasus ini kemudian dilaporkan istri korban pada Kamis, 9 Juli.

“Kami terima laporan itu anggota kemudian cek jenazah di ruang sakit, ternyata ciri-cirinya sama dengan yang disampaikan istri,” jelas Kapolsek.
Memastikan korban adalah Amos Batuwael, polisi langsung melakukan penyelidikan saat itu juga. Dari keterangan saksi, yang melihat penganiayaan itu, menjurus kepada para tersangka.

“Para tersangka ditangkap di rumah masing-masing tanpa melakukan perlawanan. Untuk JS, sementara kami lakukan penyelidikan,” jelasnya.
Setelah ditangani pihaknya melalui serangkaian penyelidilan, terbukti mereka melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, mereka akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka disangkakan dengan Pasal 170 ayat (3) Jo Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun,” pungkas Kapolsek.
(SAD)

Comment