by

Polisi Selidiki Pengibar Bendera RMS di Passo

Ambon, BKA- Tim Unit Reskrim Polsek Baguala Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, saat ini sedang menyelidiki pelaku pengibar bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di halaman kantor Pengadilan Tipikor, Jalan Upua Baguala, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (17/8).

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, kepada Beritakota Ambon mengatakan, pelaku yang melakukan aksi tak terpuji dengan menaikan bendera RMS ditengah-tengah suasana peringatan HUT RI ke-75, saat ini sedang ditelusuri Polisi.

Kemudian Angota Polsek Baguala juga saat ini sudah memeriksa 4 orang saksi. Namun belum ada yang mengarah ke tersangka. Sedangkan barang bukti satu bendera RMS telah diamankan Koramil Baguala.

“Karena TKP di Desa Passo, jadi Polsek Baguala yang merupakan wilayah hukumhya sedang menyelidiki masalah ini,” singkat Roem.

Sementara itu, data yang dihimpun Beritakota Ambon, soal adanya bendera RMS yang dikibarkan di halaman kantor Pengadilan Tipikor itu dilaporkan pertama kali oleh salah satu warga Passo, Stenly Pattipelohy, di Mapolsek Baguala, sekira pukul 07.00 WIT.

Sesuai pengakuan saksi Stenly, informasi dari tetangganya Ibu Desy yang menceritakan telah melihat bendera RMS berkibar di halaman kantor Pengadilan Tipikor Ambon, yang jaraknya berkisar 200 meter dari TKP.

Melihat hal tersebut, saksi Desy menuju TKP untuk memastikan kejadian itu. Dan ternyata benar, bendera RMS berkibar di halaman kantor pengadilan yang diduga sudah tidak lagi ada penghuni.

Saksi juga melihat ada sekitar lima orang yang sedang berupaya untuk menurunkan bendera RMS dan kemudian diamankan Serka Edi Kakisina selaku Babinsa Desa Negeri Lama. Selanjutnya saksi mendatangi Mapolsek Baguala untuk melaporkan kejadian dimaksud.

Humas Pengadilan Negeri Ambon, Lucky Rombot Kalalo, yang dikonfirmasi, mengatakan, kantor pengadilan yang terletak di Desa Passo, saat ini tidak ada aktifitas.

Kantor itu juga dibangun untuk kantor Pengadilan Tipikor. Hanya saja, sejak Tahun 2019 lalu, ditempati pengawai Pengadilan Tinggi Ambon karena kantor Pengadilan Tinggi yang terletak di kawasan Air Salobar, Kecamatan Nusananiwe, saat itu sedang direhab.

Akan tetapi karena musibah gempa di Kota Ambon pada 26 Semptember 2019 lalu, aktivitas Pengadilan Tinggi Ambon kembali di Air Salobar.

“Aktivitas di kantor Pengadilan Tipikor di Passo itu sudah tak berjalan sejak gempa tahun 2019 lalu. Jadi memang peristiwa menaikan bendera RMS sama sekali tidak diketahui pihak pengadilan,” ujar Kalalo, ketika di hubungi melalui selulernya, Senin (17/8).

Kata dia, informasi terkait pengibaran bendera RMS di kantor Tipikor Ambon di Desa Passo, dirinya baru dengar sekitar pukul 12.00 WIT. Dan juga dia tidak bisa berkomentar banyak, karena kasus tersebut pastinya sudah ditangani pihak kepolisian setempat.

“Saya baru mendengar informasi itu sejak pukul 12.00 WIT. Dan saya tidak mau berkomentar banyak, karena pastinya sudah ditangani pihak kepolisian. Sebagai penegak hukum, dirinya memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk mengusut kasus tersebut,” tandasnya.(SAD).

Comment