by

Polresta Intens Ungkap Kasus Penganiaya Medis

Ambon, BKA- Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease intens melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan bersama terhadap salah satu medis di RSUD Haulusy Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon masing-masing tersangka inisial NK, SK, dan NH, keluarga dari Alm HK yang dinyatakan positif Corona dan meninggal dunia di RSUD Haulusy Jumat (26/6) kemarin.

Kasus yang menyeret tiga tersangka ini, sampai kini penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dilapangan yang diduga mengetahui aksi pemukulan terhadap korban.

Bahkan, dalam penyelidikan dan penyidikan, polisi belum menemukan adanya peran orang lain, selain tiga tersangka, namun serangkaian penyelidikan terhadap pemeriksaan saksi masih didalami.

“Prinsipnya kita masih dalami, pemeriksaan saksi-saksi juga masih terus dilakukan,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Gilang Prasetya ketika dihubungi melalui selulernya, Kamis kemarin.

Menurutnya, tim penyidik hingga kini masih melakukan pengumpulan bukti-bukti tambahan terkait kasus penganiayaan ini, entah nanti ada indikasi bukti baru lagi, itu nanti tunggu hasil pemeriksaan penyidik di lapangan.

“Penyidik kan masih bekerja dilapangan, entah nanti bukti yang ditemukan apa lagi, yang jelas kita menunggu hasil kerja penyidik dulu,” bebernya.

Ditanyakan apakah tiga tersangka tersebut sudah dilakukan penahanan, kata dia, penyidik tidak menahan para tersangka, namun dikenakan wajid lapor. Dan sampai kini tersangka inisial NH yang belum diperiksa.

“Tersangka NK kita sudah layangkan panggilan tapi belum datang, kalau yang bersangkutan tidak datang pasti dipanggil lagi, sampai yang bersangkutan datang, sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” tandas perwira dengan tiga balok emas di pundak itu.

Sebelumnya, penyidik Sat Reskrim Polresta akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam insiden penganiayaan Jomima Orno,perawat di RSUD Haulusy, yang diduga dilakoni tiga tersangka dari keluarga Alm HK yang dinyatakan positif Corona dan meninggal dunia di RSUD Haulusy Kudamati, Jumat (26/6) kemarin.

Tiga tersangka yang dijerat yakni NK, SK, dan NH. Mereka disangkakan melanggar pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara.

“Berdasarkan pemeriksaan saksi korban, terduga pelaku, dan saksi-saksi lain, kita temukan bukti kuat sehingga penyidik langsung menjadikan tiga orang tersangka dalam kasus ini,” jelas Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Titan Firmansyah ketika dikonfirmasi, Senin (29/6) kemarin. (SAD)

Comment