by

Poltek KP Maluku Kembangkan Tambak BUSMETIK

Ambon, BKA- Sejak status Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru menjadi Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Maluku sejak 2018 kemarin, pemerintah lewat Kementerian KP terus melakukan berbagai langkah pengembangan. Salah satunya
Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik (BUSMETIK).

Bukan hanya itu, perhatian pemerintah terhadap Politeknik KP juga diberikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur kantor rektorat, berlantai dua.

Upaya itu mendapat dukungan positif dari Gubernur Maluku, Murad Ismail, maupun Gubernur Maluku sebelumnya, Said Assagaff.

Hal tersebut mengindikasikan kalau Pemerintah Provinsi Maluku sangat menaruh perhatian terhadap upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang perikanan yang cerdas, dengan menghibahkan lahan seluas 2,5 hektar yang lengkap dengan bangunan, yang merupakan eks Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon milik Dinas DKP Maluku.

“Perhatian Pemda lewat dukungan gubernur sebelumnya dan sekarang itu dibuktikan dengan adanya hibah lahan seluas 2,5 hektar, beserta bangunan yang dulunya Kantor BPBL Ambon, yang didalamnya juga ada tambak-tambak,” ujar Wakil Koordinator Poltek KP Maluku, Achmad Jais Ely, kepada awak media, Senin (22/2).

Menyangkut dengan proses hibah lahan tersebut, kata Ely, tidak serta merta langsung diserahkan kepihak Poltek, tapi melalui proses alih status Barang Milik Negara (BMN) Dinas KP Maluku ke Kementerian KP.

“Nah baru empat hari yang lalu, kami proses, jadi baru keluar Kodefikasi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Sehingga dengan Kodefikasi itu, kami akan berproses untuk mengajukan anggaran pemeliharaan atas gedung-gedung itu,” jelasnya.

Karena kurang lebih dua tahun sejak dihibahkan, tidak ada proses pemeliharaan. Meskipun demikian, pihak Poltek tetap melakukan langkah renovasi terhadap sejumlah tambak, meskipun secara bertahap. Sebab kondisi tambak-tambak tidak bisa digunakan, lantaran alami kebocoran pada bagian bawah dan dinding tambak.

“Kalau kita isi air, air nya langsung kering, padahal sumber air bagus sekali dari gunung,” ungkapnya.

Pada ditriwulan akhir tahun 2020, pihak Poltek melakukan pengembangan berupa renovasi tambak, pengadaan terpal BUSMETIK dan jaringan sirkulasi air laut, untuk nantinya dilakukan budi daya BUSMETIK yang merupakan program dari Kementerian KP.

“Nah saat ini sudah ada delapan kolam bulat yang dibangun, dengan sebutan tambak melenial. Ini merupakan yang pertama dilakukan di Ambon, sebagai objek praktek mahasiswa Poltek, termasuk siswa kelas XII SUPM, tentang bagaimana budidaya ikan Panami dengan sistim BUSMETIK,” pungkasnya. (RHM)

Comment