by

PPBD SMKN 7 Membludak

Ambon,BKA- Ditengah pandemi Covid-19, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Ambon, justru membludak.

Pantauan koran ini, Selasa (16/6), pada lokasi tersebut terlihat ramai dengan proses pendaftaran yang diikuti para siswa. Ada pula orang tua, yang turut mendapingi anaknya untuk mendaftar. Sehingga terlihat bahwa sekolah tersebut cukup diminati untuk menimba ilmu.

Dimana dalam pemberlakukan PPDB, SMK justru berbeda dengan yang diberlakukan pada SMA yang menggunakan sistim zonasi.

Kepala SMKN 7 Ambon, Saiful, pada koran ini mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi animo dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya.

“Awalnya kami berpikir dimasa pandemi ini, PPDB kurang mendaftar ternyata membludak. Dengan jumlah pendaftar lebih dari 600 calon siswa, dari kuota 200 lebih yang diterima. Tapi itu secara kolektif saja, karena siswa pasti punya pilihan sekolah lain. Sehingga yang terjadi diluar dugaan warga yang mendaftar,” terang Saiful, di ruang kerjanya kemarin.

Dikatakan, secara nasional dalam PPBD khusus SMK tidak menggunakan sistim zonasi, tapi animo masyarakat dilihat dari nilai kompetensi keahlian yang ada pada masing-masing SMK. Bahkan bakat minat siswa pun tentu berbeda-beda dengan SMK yang ada ditempat tinggal warga.

Akan tetapi, bakatnya tidak sesuai dengan minat bakat siswa itu sendiri khusus yang ada di Kota Ambon. Meskipun ada, itu mungkin dari luar Pulau Ambon.

“Artinya kita itu bebas dalam menerima siswa, pengertiannya PPBD bukan berdasarkan zonasi.

Tapi berdasarkan bakat dan minat sesuai yang diinginkan. Tentu yang ada di SMKN 7 Ambon yang masuk dalam kompetensi ada dua kelompok. Yakni teknologi informasi dan ekonomi kreatif,” sebutnya.

Menurut Saiful, dalam pelaksanaan PPBD tetap mengacu pada juknis yang pelaksanaanya sudah dilakukan sejak tanggal 1 Juni 2020 kemarin. Baik lewat daring atau online maupun manual.

“Jadi permasalahan tidak semua orang tua siswa bisa daftat lewat daring, sehingga sekolah tetap melayani pendaftaran secara manual. Dengan tetap berpatokan pada protokol kesehatan, dan hari sudah dilakukan tes secara daring yang prosesnya mulai pukul 8 pagi sampai 12 siang. Setelah itu, lewat waktu yang ditentukan, link tes ditutup secara otomatis,” tutup Saiful.
(BKA-1)

Comment