by

PPP Masih Dalami Situasi Politik

Ambon, BKA- Sampai saat ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum juga menentukan sikap, untuk menghadapi perhelatan Pilkada empat kabupaten di Maluku.

Memang PPP bukan partai yang mendominasi diempat kabupaten penyelenggara Pilkada itu. Bahkan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), partai berlambang Ka’bah itu tidak memiliki kursi di DPRD setempat.

Di Kabupaten Kepulauan Aru, PPP hanya memiliki satu perwakilan di parlemen. Sedangkan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan Seram Bagian Timur (SBT), masing-masing dua kursi.

Walau bukan partai pemenang atau dominan, namun rekomendasi PPP secara moril kepada bakal calon bupati sangat berpengaruh. Karena partai itu memiliki basis masa tradisionil yang militan dikalangan umat Muslim.

Terkait hal itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku, Aziz Hentihu, mengatakan, partai tersebut masih mendalami situasi politik untuk berkoalisi.

Aziz Hentihu

“Rekomendasi PPP belum dikeluarkan DPP, karena kendala Covid-19. Disisi lain kami juga masih dalami arah koalisi politik di Pilkada empat daerah ini,” ujar Aziz kepada media ini, Selasa (23/6).

Menurutnya, semua proses pentahapan, mulai dari pendaftaran bakal calon kepala daerah, hingga uji kelayakan dan kepatutan, telah dilakukan oleh pimpinan DPW PPP sebelumnya. Bahkan seluruh berkas pentahapan sudah dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Karena pengaruh wabah Covid-19 di Indonesia saat ini, membuat banyak agenda DPP yang tertunda, termasuk rekomendasi PPP untuk Pilkada empat kabupaten di Maluku.

“Tahapan dari DPW semuanya sudah di DPP. Kami tinggal menunggu keputusan rekomendasi. Harapannya, dalam waktu dekat ini. Karena PPP juga butuh koalisi dengan parpol lain dalam mengusung calon. Ya calonnya harus memiliki potensi menang Pilkada,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Maluku ini mengungkapkan, dari empat kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada, hanya ada satu kader PPP yang akan ikut pertarung. Yakni, Ketua DPC PPP Kabupaten Bursel, yang maju sebagai Calon Bupati.

Walau demikian, tidak mutlak rekomendasikan partai akan diberikan kepadanya. Melainkan perlu ada kajian politik yang tepat, sebelum rekomendasi diputuskan.

“Kader kita dari DPC Bursel juga maju calon Bupati. Untuk SBT dan Aru, masih dinamis karena harus dilihat lagi arah koalisinya. Sedangkan untuk MBD, kita sebagai pendukung,” bebe Aziz.

Sebelumnya, Ketua Depertemen Kordinator Wilayah (Korwil) DPP PPP Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Syafruddin Littiloly, berharap, dengan ditetapkan Syarif Hadler sebagai Ketua DPW PPP Maluku dan Aziz Hentihu sebagai Sekretaris DPW PPP Maluku, maka perlu pembenahan kembali struktur partai.

Konsulidasi harus dilakukan kembali dengan ke tingkat bawah, baik DPC, PAC hingga Ranting. Ini perlu segera dilakukan secara masif, karena momentum Pilkada empat daerah di Maluku tahun 2020 sudah di depan mata.

“Kita berharap, dengan momentum Pilkada ini, PPP bangkit kembali di Maluku dengan melakukan kerja yang baik dan terukur dalam memenangkan pasangan calon yang diusung nanti,” pungkasnya.(RHM)

Comment