by

Praktisi Desak Pegawai Pertamina Tes Urine

Ambon, BKA- Pasca terbongkarnya aksi terlarang dua pegawai Pertamina Transit Terminal BBM Wayame Ambon yang ditangkap mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu, masing-masing, ALL (36) selaku Kepala Keuangan Pertamina Transit Terminal BBM Wayame, serta salah satu pegawai honorer inisial MSS, publik mulai menaru curiga terhadap seluruh pegawai Pertamina.

Praktisi hukum senior di Maluku, Anthoni Hatane, mendesak Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku bersama anak buahnya melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai Pertamina Transit Terminal BBM Wayame Ambon.

Desakan ini disampaikan Hatane menyusul adanya dua orang pegawai pertamina yang ditangkap, karena terlibat narkotika oleh petugas Ditresnarkoba Polda Maluku, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, jika Standar Operasional Prosedur (SOP) BNN memungkinkan itu, maka harus segera dilakukan untuk mengetahui, apakah masih ada pegawai di BUMN itu yang terlibat narkoba atau tidak.

“Bagi saya, tes urine terhadap semua pegawai Pertamina itu bisa saja, sepanjang ada SOP, dan jika masyarakat kehendaki hal itu, demi mengetahui siapa-siapa lagi yang masih menggunakan barang terlarang ini,” jelas mantan Ketua HAPI (Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia) Provinsi Maluku ini.

Tes urine dirasakan sangat efektif untuk menelusuri jejak pengguna narkoba. Termasuk di kubu Pertamina, yang dua pegawainya sudah diciduk.

“Ini catatan bagi BNNP Maluku untuk melakukan hal ini. Sebab mereka bekerja dibiayai pemerintah, maka tentunya praktek-praktek kotor ini harus dibasmi, sehingga jangan berdampak buruk bagi kepentingan perusahan itu kedepan,” tandasnya.

Terpisah, salah satu pegawai BNNP Maluku yang dikonfirmasi BeritaKota Ambon melalui selulernya, Kamis (2/7), kemarin, mengaku, tidak bisa memberikan kepastian, karena belum menyampaikan informasi tersebut ke Kepala BNNP Maluku.

“Nanti saya konfirmasi hal ini ke pimpinan dulu, apakah pendapat pimpinan seperti apa. Karena memang saya tidak bisa ambil kebijakan itu. Dan terima kasih atas informasinya (desakan untuk BNNP tes urine semua pegawai pertamina),” ungkap pegawai BNPP Maluku yang menolak mananya dipublis itu.

Disisi lain, berkas perkara dua tersangka ALL dan MSS sudah diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Menurut Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Maluku, Samy Sapulette, tim JPU saat ini sudah menerima berkas perkara tahap I dari penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku. Selanjutnya, JPU akan meneliti berkas perkara dari aspek formil dan materilnya.

“Benar, berkas perkara dua tersangka sudah diterima JPU. Selanjutnya JPU akan meneliti berkas perkara, baik dari aspek formil dan materilnya dulu,” tandas Sapulette, Kamis (2/7) petang.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, sebelumnya mengungkapkan, berkas perkara kedua tersangka, masing-masing, ALL selaku Kepala Keuangan Pertamina Transit Terminal BBM Wayame Ambon dan MSS pewagai honorer, sudah diserahkan berkas tahap I ke penuntut umum Kejati Maluku, setelah berkas kedua tersangka dinyatakan lengkap.

“Berkas perkara mereka (dua tersangka), penyidik sudah lakukan Tahap I. Jadi tunggu saja petunjuk JPU seperti apa, itu nanti ranah penyidik,” terang mantan Kapolres Maluku Tenggara ini.

Roem mengaku, perbuatan kedua tersangka diketahui personel Dit Resnarkoba Polda Maluku melalui hasil penyelidikan dan informasi dilapangan.

Saat digerebek, kedua tersangka sedang nyabu di rumah ALL. Barang bukti yang ditemukan, sabu seberat 0,10 gram. Ketika digelandang ke Ditresnarkoba Polda Maluku kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, selanjutnya dilakukan tes urine, dan hasilnya positif narkoba. Keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Keduanya disangkakan melanggar Pasal 112 ayat (1) dan kemudian Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ututupnya.(SAD)

Comment