by

Program Lisdes PLN Masih Capai 85 Persen

Ambon, BKA- General Manager (GM) PLN UIW MMU, Romantika Dwi Juni Putra menegaskan, capaian program listrik desa (lisdes) atau listrik terangi pedesaan masih mencapai angka 85 persen yang sudah diselesaikan.
“Program kita cukup banyak, diantaranya melistriki desa-desa yang masih banyak belum dilistriki, belum 100 persen masih 85 persen yang ditangani PLN dan sisinya ditangani non PLN, sehingga diharapkan kami PLN akan melistriki semua,” akui Romantika, kepada awak media usai melakukan virtual meeting, Senin (6/7).

Orang nomor satu di PLN UIW MMU juga mengaku, masih ada desa-desa di Kabupaten lain yang belum teraliri listrik, dan itu sudah menjadi tanggungjawab pihaknya untuk diprogramkan. Meskipun ada terdapat beberapa desa yang sudah dibangun jaringan kelistrikan dan ada tegangannya. Itu akibat masih terkendala dengan pengadaan mesin pembangkitan.

“Kendalanya tidak mudah, karena kebijakan pemerintah saat ini kan untuk menerangi BBM, sementara kita tahu kalau sekarang ini PLN mengisi PLTD dengan BBM,”ujarnya.

Mengatasi penggunaan BBM, kini PLN telah melakukan terobosan dengan menggantikannya dengan Inter Bus Transformer (IBT). Yang harus membutuhkan waktu cukup lama untuk pengembangan infrastrukturnya.
“Pengembangan IBT butuh waktu setahun sampai dua tahun, karena harus dilihat potensi dari satu daerah setempat,” sebut dia.

Untuk kedepan, lanjut Romantika, pihaknya akan memberdayakan pihak lain untuk memasok kebutuhan listrik di Maluku dan Maluku Utara.
Sementara, dalam Virtual Meeting yang melibatkan, Kepala Dinas PU Provinsi Maluku Muhammad Marasabessy, Wakil Rektor IV Universitas Pattimura Muspida, Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Maluku Hasan Slamat. Serta perwakilan, berbagai instansi dan perwakilan organisasi lainnya seperti Dinas ESDM Maluku, Dinas Kominfo Maluku dan Sinode GPM, membahas pelayanan kelistrikan di masa pandemi Covid-19.

Tujuan dilakukan virtual meeting untuk menjaring masukan dan informasi bagi pelayanan dan proses bisnis PLN yang terus lebih baik ke depan.
(RHM)

Comment