by

Program Merdeka Belajar Terkendala PJJ

Ambon, BKA- Program merdeka belajar yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, dinilai sulit diterapkan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Program merdeka belajar yang mulai diterapkan akhir 2019 ini lebih menitikberatkan pada pendidikan karakter. Sehingga penerapannya lebih cocok menggunakan pembelajaran secara tatap muka.

Kepala SD Alhilaal II, Fatima Abidin, mengatakan, dengan berbagai kendala pada pelaksanaan PJJ, sekolah tidak dapat memastikan kalau proses pendidikan karakter bertumbuh ditengah-tengah pandemi ini.

“PJJ memang solusi terbaik untuk memutus penyebaran Covid-19, sesuai dengan protokol kesehatan. Tapi perlu diperhatikan juga dampak negatifnya. Bersyukur orangtua yang masih setia mendampingi serta mengawasi anak dalam belajar. Tapi ada yang justru mengeluh, karena PJJ yang terus berjalan. Dengan kondisi ini, pasti anak akan akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game dari pada belajar. Kalau ini tidak kita perhatikan, maka karakter anak semakin sulit untuk dibentuk,” ungkap Fatima, Selasa (1/9).

Menurutnya, pasca pemerintah mengubah sistem pembelajaran dari tatap muka ke Daring atau Luring, anak-anak didik sudah tidak sibuk untuk bangun pagi dan pergi sekolah atau sibuk mengerjakan berbagai tugas yang diberikan guru di sekolah. Melainkan tetap dirumah dan belajar. Itu pun dalam waktu yang singkat dengan materi yang sederhana, tanpa dibebani dengan tugas yang banyak.

Jika kondisi ini terus berkepanjangan, kata Fatima, maka harapan Menteri Nadiem Makarim untuk membentuk karakter siswa, akan sulit tercapai.

Sulit memang, tapi karena kondisi jadi harus melakukan penyesuian. Sehingga dia berharap, diawal tahun depan, proses belajar sudah dapat berjalan dengan normal lagi.

“Saya sangat berharap pendemi ini cepat berlalu dan anak-anak bisa belajar tatap muka. Karena pastinya tatap muka lebih baik, jika dibandingkan dengan belajar online. Sebab orangtua sudah mulai jenuh, sehingga hanya pantau sebisa mereka saja. Semakin lama kita seperti ini, maka anak-anak akan semakin sulit untuk dibentuk, karena sudah merasa nyaman dengan situasi saat ini,” pungkasnya.(LAM)

Comment