by

Program Pemerintah Harus Jalan Untuk Atasi Kemiskinan

Ambon, BKA- Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdul Asis Sangkala, mengungkapkan, peningkatan angka kemiskinan dimasa pandemi virus corona, tidak terlepas dari mandeknya program pemerintah atau tidak dilaksanakan secara baik dilapangan. Baik program pemberdayaan maupun sejumlah program bantuan yang dapat meningkatkan produksi masyarakat.

Memang selama ini, ada sejumlah bantuan yang digulirkan pemerintah, seperti, bantuan sembako maupun dana segar bagi masyarakat. Namun hal itu, hanya bisa mengerem sementara dampak ekonomi yang terjadi saat ini.
Untuk itu, dia meminta pemerintah agar memikirkan cara mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, agar tidak berdapat lebih luas sehingga menambah angka kemiskinan baru.

“Caranya, program-program pemerintah itu harus jalan. Proyek-proyek pemerintah juga harus jalan. Lalu stimulan ekonomi untuk masyarakat kecil yang terdampak, baik karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan lain sebagainya, ini harus dipikirkan sehingga orang bisa kembali berusaha dan berproduksi,” tutur Sangkala, Senin (3/8).

Masalah kemiskinan itu, lanjutnya, bukan hanya disebabkan oleh mandeknya program pemerintah. Namun juga ketidakpekaan masyarakat dalam menyambut atau memanfaatkan program pemerintah.

Misalnya, untuk program Koperasi. Padahal Pemerintah Pusat telah menyediakan dana sebesar Rp 1 Triliun. Namun sejauh ini, baru satu koperasi di Maluku yang mengajukan proposalnya. Dana yang diminta pun hanya Rp 1 Miliar.

“Jadi banyak koperasi-koperasi di Maluku yang tidak menyambut program itu. Padahal itu adalah peluang,” katanya.

Begitupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebab UMKM di daerah ini sangat sedikit yang mendapatkan dana bantuan. “Kalau ini terjadi, pasti tenaga-tenaga akan banyak yang terdampak. Untuk itu, kita minta pemerintah daerah lebih bergerak cepat, guna memulihkan kondisi ekonomi yang ada saat ini,” pinta Sangkala. (RHM)

Comment