by

Program Rumah Belajar Sulit Diakses

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 2 Suli, Henny Leiwakabessy, mengatakan, program Rumah Belajar yang diluncurkan oleh pemerintah, masih sulit untuk diakses.

Pada program Rumah Belajar itu, siswa dan guru dapat berinteraksi dan melakukan proses pembelajaran secara virtual. Namun untuk mengakses hal itu cukup rumit.

Untuk mangakses program tersebut, menurut Leiwakabessy, sangat membutuhkan kesiapan siswa, diantaranya, harus memiliki fasilitas HP android dan akses internet setiap hari.

Namun yang jadi persoalan, saat ini siswa masih terkendala dengan fasilitas HP android. “Tidak mungkin kita paksakan mereka untuk beli HP dan pulsa internet setiap hari. Bersyukur, orangtua yang mampu. Kalau yang tidak mampu, ya harus kita maklumi mereka juga. Hal ini yang membuat program Rumah Belajar ini ditunda dulu,” ungkap Leiwakabessy, Rabu (8/7).

Apalagi, lanjutnya, saat ini, siswa dan sekolah tengah dihadapkan dengan masalah wabah Covid-19. Sehingga semua harus disesuaikan dengan kondisi siswa.

Memang akuinya, Rumah Belajar akan sangat efektif bila diterapkan pada masa pandemi Covid1-9 ini. Karena proses pembelajaran antara guru dan siswa bisa dilakukan secara online. Siswa akan dengan mudah mengakses berbagai informasi untuk menambah referensi belajar. Dan tentu akan sangat membantu, untuk mengembangkan mutu dan kualitas anak-anak didik.

Tapi semua itu dapat dilaskanakan, jika semua siswa sudah memiliki fasilitas yang dibutuhkan. Sepanjang belum memiliki fasilitas itu, maka pasti akan sulit. Sehingga perlu kebijakan lain untuk mengantisipasi berbagai keterbatasan yang ada.

“Sebenarnya kita sudah mulai berjalan dengan program itu, karena dapat bantuan. Tapi tiba-tiba pendemi ini, sehingga samua tidak bisa berbuat apa-apa. Terpaksa kebijakan saya ambil untuk selain Daring, kita lakukan secara manual. Yang punya HP android, kita pakai whatsaapp, sedangkan yang manual itu, guru-guru turun langsung ke orangtua di rumah untuk berikan materi pelajaran,” bebernya.

Lanjut Lewakabessy, teknis pembelajaran tersebut, akan tetap dilakukan di tahun ajaran baru, jika proses belajar mengajar masih dilakukan secara jarak jauh.

“Memang kita sudah siapkan perangkat pembelajaran secara Daring. Tapi kan kita masih punya pimpinan. Jadi, kita menunggu saja, dan siap melakukan semua keputusan. Jika ada petunjuk baru dari dinas terkait pola pembelajaran di tahun ajaran baru ini,” tandasnya. (LAM).

Comment