by

Prosedur PKK Sementara Disiapkan

Ambon, BKA- Pihak sekolah saat ini tengah menyiapkan prosedur Penilaian Kenaikan Kelas (PKK), sebagai ukuran evaluasi hasil belajar selama satu tahun ajaran, mengingat tidak ada pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) akibat pandemi Covid-19.

Kepala SD Inpres Nania, Marthin Pattinasarany, mengatakan, persiapan prosedur PKK itu dilakukan sebagai tindak lanjut pembicaraan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon beberapa waktu lalu, pasca pemberlakuan kebijakan belajar di rumah.

“Jadi ini sudah dibahas pada waktu kita rapat dengan dinas. Sebab, kalau ini tidak kita bicarakan, PKK ini bagaimana. Kan tidak mungkin kita lakukan UAS dengan kondisi seperti begini. Belajar di rumah saja, kita tidak tauh kapan selesai,” ungkap Pattinasarany, Rabu (29/4).

Prosedur PKK yang tengah disiapkan pihaknya, yakni, mengelola nilai-nilai dari hasil kerja siswa setiap hari di rumah. Itu akan dijadikan sebagai nilai pengetahuan.

Selama ini, penyusunan PKK selalu merujuk pada 4 kriteria penilaian, yaitu, hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan antar sesama manusia, pengetahuan, dan ketrampilan.

Tapi karena situasi dan kondisi saat ini yang tidak memungkinkan, maka PKK tahun ini akan lebih menjurus kepada pengetahuan saja, tapi dengan tetap menyesuaikan kriteria penilaian yang lain.

“Sehingga hasil belajar di rumah ini, sementara kita kelola untuk jadi nilai pengetahuan. Karena itu sudah diperintahkan dari dinas, bahwa nilai tugas yang diberikan setiap hari kepada siswa, itu digabungkan untuk jadi nilai kenaikan kelas nanti. Disatukan dengan hasil Penilaian Tengah Semester (PTS), yang sudah kita lakukan sebelum belajar di rumah dilaksanakan,” tuturnya.

Dengan demikian, proses belajar rumah yang sementara dilakukan ini, katanya, terus dibenahi agar sesuai dengan alurnya. Dimana, semua hasil belajar siswa setiap hari, harus dikirim secara rutin kepada guru, untuk selanjutnya dinilai.

“Maka dari itu, biasanya guru menjelaskan materi lewat video atau di rekam, lalu kirim ke siswa. Supaya mereka bisa lebih mengerti. Setelah siswa belajar dan kerjakan tugas, langsung kirim ke guru. Setelah guru terima, periksa, dan berikan nilai, dikirim balik lagi ke siswa. Hasil itu juga yang harus kirim ke Kepsek untuk dilaporkan ke dinas. Itu yang sejauh ini kita lakukan, sesuai dengan yang diharapkan oleh dinas,” pungkas Pattinasarany. (LAM)

Comment